Training SEFT Surabaya – 31 Januari – 1 Februari 2015

Alhamdulillah… Training SEFT Total Solution di kota Surabaya kembali diadakan. Kali ini akan diadakan di Sahid Hotel, Jl. Sumatera no. 1 Surabaya tanggal 31 Januari – 1 Februari 2015.

promo-seft-surabaya

 

Dengan mengikuti training ini, kita akan mampu:

  1. Menyembuhkan diri sendiri dari berbagai penyakit fisik
  2. Mampu mengatasi masalah psikis dan membuang sampah emosi yang terpendam
  3. Meningkatkan keberuntungan dalam 7 minggu (GARANSI)
  4. Meraih kebahagiaan dalam kondisi apapun (BAHAGIA TANPA SYARAT)
  5. Meraih kesuksesan dunia dan akherat dengan metode yg teruji bertahun-tahun (ALWAYS WORK)
  6. Menjadi insan paripurna yang mampu memberi rahmat bagi seluruh alam.

Continue reading

SEFT Akurkan Anak

Heri Mulyo Cahyo | Angkatan 98

Anak-anak kadang bertengkar di rumah adalah fenomena umum. Pengalaman menarik dishare oleh Heri Mulyo Cahyo, alumnus FKIP Bahasa Inggris, Universitas Jember, tentang empat anak-anaknya. Berikut kisahnya.

Sudah lama saya ingin menulis pengalaman ini. Hanya saja saya benar-benar ingin mengujinya beberapa kali sebelum benar-benar saya tulis. Ya, semenjak pelatihan SEFT di Malang Post tanggal 12 Pebruari 2012 yang lalu, saya baru bisa praktik SEFT hanya pada orang-orang di keluarga saya. Mulai istri dan anak-anak.

Terus terang bingung juga, nyari “mangsa” yang punya masalah khusus untuk saya terapi. Tetapi, saya ingat motto SEFT try it on everything. Cobalah pada apa saja. Maka untuk mencobanya saya menjadikan anak-anak saya untuk saya Tapping.

Nah, kasus yang saya tangani semuanya terkait dengan “menenangkan” anak-anak yang sedang marah dan menangis. Biasalah, 4 orang anak yang usianya antara kelas 5 SD dan yang bontot 2,3 tahun kumpul pasti sering terjadi “bentrokan”. Dan kalo sudah begitu, yang merasa jadi korban akan menangis meraung-raung, bahkan tidak berhenti sebelum ada pembalasan. Apalagi si Dayyan dan Habib, yang kalo tidak ketemu saling kesepian dan merindukan, tetapi kalo pas bersama selalu ada gesekan.

Suatu sore, mereka bertengkar. Pemasalahannya sepele. Saling ejek dan adu mulut. Karena jengkel si Habib melempar bantal ke Dayyan. Seperti yang biasa terjadi, pertempuran pun terjadi. Saling lempar bantal dan guling. Setelah saya pisah, mereka saya marahi, tetapi Dayyan tidak terima karena merasa dia benar. Dia menangis dengan teriak-teriak. Dan kalo si Dayyan ini track racordnya kalo nangis sejak bayi, bisa bikin orang sekampung pada pengen tahu kenapa.

Karena risih dengan tangisan yang meraung-raung, saya panggil Dayyan baik-baik untuk masuk ke kamar, dan saya minta tidur. Dia tetap ngomel panjang pendek dan mengatakan saya tidak adil karena memarahi dirinya. Tetapi saya berusaha tenang dan mulai mengajak Dayyan bicara hal-hal lain, tanya kegiatannya di sekolah, tanya game yang biasa dia mainkan, dan macam-macam. Sambil bertanya saya mengetuk-ngetuk pelan bagian atas kepalanya, berlanjut pada titik meridian di ujung alisnya sampai dibawah ketiaknya. Semua saya lakukan dengan perlahan, sambil mengajaknya bicara. Lambat laun, kemarahannya mereda dan sekitar 30 menit kemudian dia tertidur.

Kasus kedua, masih masalah nangis dan marah. Kali ini yang jadi korban adalah si bontot Kya. Pasalnya si Habib beraksi menjaili Kya. Entah apa yang dia lakukan. Yang jelas Kya menangis meraung-raung, sambil berkata… “Habib elek… Habib elek…!” Saya panggil si Kya dan saya gendong sambil saya ajak ngobrol dan tangan kanan saya juga men-tapping titik-titik meredian yang ada di kepala dan wajahnya dengan pelan, sekitar 10 menit kemudian tangis Kya sudah reda dan bisa saya turunkan dari gendongan.

Dan yang paling baru adalah Nadia. Entah mengapa dia dimarahi Ibunya, seperti biasa dia langsug lari ke kamar dan membenamkan muka dan tubuhnya di kasur, sambil menangis terisak-isak. Saya mendekati dan mengajaknya ngobrol, seperti biasa dia merasa sebal dimarahi dan dia berkata dengan sangat emosional. Saya hanya mendengarkan saja sambil mengajak ngobrol hal lain dan tangan kanan saya mentapping mulai kepala hingga daerah di bawah ketiak. Alhamdulilllah beberapa saat kemudian emosinya mulai stabil dan bisa bicara dengan baik, kemudian saya beri air putih dan bisa tersenyum lagi.

Siangnya, Habib membuat masalah lagi, kali ini tetap Nadia korbannya. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba penggaris yang dijadikan Nadia untuk menggambar patah. Tentu saja Nadia berang dan marah kemudian dilanjurkan menangis keras. “Wah, gawat neh, gambarnya bisa dirobek kalau marah!” gumam saya dalam hati. Pasalnya Nadia saya minta nggambar buat sampul bukunya Om Dian.

Segera saya temui Nadia yang sedang ngamuk-ngamuk ke Habib, dan saya peluk sambil saya tapping kepalanya. Saya juga ajak dia ngobrol dan saya janjikan penggarisnya saya ganti. Saya juga minta Dayyan mengambilkan air putih. Setelah beberapa tapping lembut di kepala dan wajah, dan saya beri minum alhamdulillah emosi marahnya mereda dan dia bisa konsentrasi menggambar lagi.

“Tidak terlalu menarik kasusnya, tetapi saya merasa SEFT cukup membantu menenangkan emosi anak-anak saya.” Tukas Heri sambil ketawa ringan. (tamam malaka)

some wonderful minutes with SEFT

Ummi Hayati_ Angkatan 182

Penekanan terpenting dalam proses penerapan terapi SEFT adalah percaya Allah (PA), yaitu proses terapi yang meyakini semua kesembuhan bersumber dari Allah. Proses sebaliknya adalah menerapi
karena penuh percaya diri pada kemampuan diri sendiri (PD).

Terapi SEFT amat mengagumkan oleh para SEFTer ketika berada dalam situasi- situasi yang darurat. Dalam situasi tersebut, acapkali banyak ditemukan kasus terapi SEFT yang berlangsung powerful, atau yang lebih dikenal dengan one wonderful minute. Kondisi darurat menjadikan terapi benar-benar berlangsung secara khusyuk dan terfokus pada kemurahan Tuhan.

SEFT, Bangkitkan cita-cita anak

SUFYAN | Angkatan 136 Banyuwangi

Anak saya bernama Muhammad Syafiq yang duduk dibangku kelas 5 sekolah dasar di daerah banyuwangi.
“Awalnya sewaktu kelas 4 SD, ia mengalami sesuatu yang tidak saya sangka, begitu kenaikan kelas 5 ia tidak mau sekolah. Di kenaikan kelas limanya si anak tidak mau melanjutkan sekolahnya.
dia ambil keputusan“yah aku berhenti sekolah, aku ingin ngaji saja” ujar si anak.
akhirnya saya arahkan dia kepesantren akhirnya dia mau. Syafiq mulai masuk pesantren pada usia 9 tahun. Begitu saya masukan ke pesantren tepatnya di jember.
Baru selang 2 bulan dia sudah tidak betah jadi pindah pondok pesantren dan pindah sekolah lagi.

Pada kepindahannya yang ke dua kali ini, sebelum saya mengikuti training SEFT saya mengalami suatu berita yang sangat mengejutkan dari putra saya, dia mengeluh , ia merasa bosan, boring dan kepingin berhenti saat itu juga.

Itu membuat saya shok, tiba – tiba anak saya mempunya pemikiran seperti itu.
Saya pun menanyakan kepada si anak. Apa ada masalah sama teman – teman, atau yang lain namun ia tetap tidak menjawab. dan ia menjawab sekedar ingin kumpul bersama adiknya yang masih balta.
Yang membuat saya shok salah satunya ialah ia minta berhenti sekolah, padahal saat itu masa – masa mau ujian kurang satu bulan kelas 6 jadi sekolah manapun tidak ada yang bisa menerimanya”
Alhamdulillah sepulang dari pelatihan SEFT hari pertama, langsung saya praktekan, saya datangi asrama pesantrennya dan mengajak anak saya ke tempat tidur.

Saya praktekan metode SEFT dengan tapping, Saat set up saya terapkan yaitu harapan yang telah tersepakati dulu. Karena saya yakin dia tidak sakit cuma dia lupa dengan harapanya. Lalu saya kembali mengingatkan menyangkut cita – cita mu ? syafiq menjawab “ enggak yah”
De coba sekarang bayangkan kamu bisa jadi seorang dokter yang fashih membaca Al –Quran yang bisa hafal Al – Quran beserta isinya hingga menjadi dokter yang ahli Al – Quran kan kamu keinginannya seperti itu? Syafiq “ia yah..” harapan – harapan itu yang saya terapkan ke pada anak saya pada saat malam itu sembari tetap menepingnya.
Memang luar biasa, Alhamdulillah saya terkejut. Saat keesokan harinya saya kembali datangi saat hari minggu training hari dua Saat Syafiq libur sekolahnya,,
Assalamualikum ade..?tanya Sufyan
Belum sempat anaknya menjawab salam ia malah berbalik Tanya. “loh ayah ko kenapa kembali lagi kemari? aku mau main bola sama teman – teman dulu yah kesini laginya lain kali saja yah..
Jadi Alhamdulillah dia sudah melupakan keinginan untuk berhenti,dan bosennya. Dan mudah – mudahan sampai hilang.
Sufyan pun sempat teringat masa lalu semenjak ia belum memiliki anak Sufyan sempat memiliki angan dan harapan agar anaknya bisa memiliki keinginan untuk mau menenyam pendidikan agama islam karena saya menyesal, semasa kelam saya saya sempat jauh dari agama.
Saya sendiri, tidak bisa ngaji, saya bukan anak dari lingkungan pesantren bahkan pernah mengalami masa kelam.
Dan syukur Alhamdulillah anak saya masuk pesantren bukan sama sekali keinginan saya. Atau paksaan saya. Saya hanya terus berdoa dan memohon agar anak saya mau mengenyam pendidikan di dunia pesanteren semenjak, anak saya masih dalam kandungan dan masa – masa gendongan.
Harapan saya hanya kepingin keturunan saya mau mengenyam pendidikan di pondok pesantren dan Alhamdulillah terjawab di putra saya yang pertama yang bernama Muhammad Syafiq pada umur 4 tahun karena dia tidak mau sekolah di sekolah umum namun ia meminta untuk ngaji.

dan ternyata yang membuat saya tertarik sekali itu mengenai kedekatan kepada tuhan yaitu kata – kata Spiritual nya salah satunya mengenai ikhlas pasrahan.
Saya merasa SEFT betul – betul berbeda dan layak untuk di ikuti. Terang pria Asal Kabat kabupaten banyuwangi.

Ketahui Cara Berpikir Otak Anda dan Minimalisir Resikonya

seminar-otakOtak adalah bagian penting dalam tubuh kita. Dia mengendalikan seluruh aktifitas tubuh. Bagaimana cara berpikir otak akan berpengaruh terhadap kinerja seluruh anggota tubuh lainnya. Selama ini kita menganggap bahwa otak bekerja sesuai kemauan kita. Menuruti apapun yg kita inginkan dan tak pernah kita pikirkan resiko pemberontakan oleh otak.

Jika anda selama ini sering mengeluh sakit, mudah gelisah, kurang semangat kerja, hidup rasanya tidak nyaman, dll. boleh jadi itu karena cara berpikir otak kita tidak sesuai dengan aktifitas hidup yang kita jalani. Akibatnya otak memberontak dan timbullah rasa sakit.

Bagaimana Cara Berpikir Otak?
Bagaimana menyesuaikan aktifitas kita dengan pola pikir otak?
Bagaimana mengurangi resiko sakit?

InsyaaLlah semua akan dibahas tuntas dalam seminar:

Cara Berpikir Otak dan Resiko Sakit
oleh: dr. Medi Wirawan, DFM, MPH
(dokter alumni UGM & Groningen University Netherland)

yang diselenggarakan pada:

Hari Minggu, 18 Januari 2015
Pukul 08.00 – 12.00
di BAPELKES (Balai Pelatihan Kesehatan)
Jl. Bendul Merisi no. 7 (dekat RSAL dr. Ramelan) Surabaya

Dapatkan Gratis bagi 10 pendaftar pertama:

  1. Buku Cara Berpikir Otak dan Resiko Sakit
  2. DVD Pengenalan Teknik terapi revolusioner SEFT
  3. Analisa cara berpikir otak
  4. Terapi berbagai keluhan penyakit

Investasi : Rp. 250.000,-

registrasi

SMS Nama#Alamat Kirim ke 08811005388

Acara ini didukung oleh:

tv9

TV9 Surabaya

SEFT harmoniskan medis, psikologi, dan tradisional ketimuran.

Dunia Terapi Makin Praktis

Dunia medis, psikologi, dan tradisionalisme ketimuran makin hari mengalami perkembangan dan kemajuan yang luar biasa, serta siginifikan. Tetapi yang paling menarik adalah soal titik temu keduanya yang selama ini saling menggesek dan meledek, kini saling bersinggungan dan bahkan bersalaman.

Di mana, kecerdasan intelektual (Intelektual Quotient) dijadikan kata pamungkas dunia modern tentang kecerdasan tertinggi. Dan, Daniel Goleman dengan manis dan telak berhasil meruntuhkan ideologi modernitas tersebut dengan ragam fakta penelitian yang akurat dan rigit. Tentu saja, apa yang disajikan Daniel Goleman, bukanlah perkara baru di dunia timur. Perbedaannya
hanya terdapat pada istilah; berdasarkan penelitian akademis yang akurat.

Pada tahun 2010, kali ini saya yang terguncang. Sebabnya, saya menemukan fakta empiris dan bukan sekedar teoretis, sesuatu yang selama ini saya sudah mengetahuinya, tetapi hanya teoretis belaka. Yakni ketika saya mengikuti training SEFT.

Di mana, training ini menggabungkan antara medis ketimuran dan barat dengan harmonis sehingga menghasilkan fakta yang mengagumkan. Yakni, kesembuhan yang lebih cepat, permanen, murah, dan sangat praktis dilakukan.

Betapa tidak, bagi yang belum mengetahui bagaimana teknik bekerja, barangkali bakal disangka keajaiban. Padahal yang terjadi sesungguhnya, karena mengetahui letak utama penyakit, maka lebih gampang membuang, sekaligus mengobati berbagai macam penyakit. Baik penyakit fisik maupun emosi, bahkan ruhani. tamam malaka.

Bersama mencapai Visi SEFT

Prof. Ir. Dr. Hardi Prasetyo
Angkatan 113, di Surabaya

Bersama mencapai Visi SEFT
SEFT yang sudah berdiri beberapa tahun ini, ternyata memiliki visi yang sangat luar biasa, yaitu indonesia bebas dari kemiskinan dan sehat. Tentunya, visi ini harus didukung oleh semua pihak, sehingga tujuan besar ini dapat terwujudkan.
Hardi Prasetyo mengaku mengenal SEFT dari radio Suara Surabaya (SS). Dia juga mengakui kehebatan iklan yang disiarkan oleh marketing SS, sehingga dapat membuat pemirsa tertarik untuk mengikutinya, termasuk Profesor yang satu ini.
Alasan yang membuatnya tertarik untuk ikut training SEFT adalah keyakinannya terhadap SEFT bahwa ilmu ini ilmiah. Hal itu dilandaskan kepada banyaknya Profesor yang memberikan testimoni tentang SEFT dari berbagai disiplin keilmuan. Misalnya Profesor yang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, beliau memberikan testimoni tentang hubungannya SEFT dengan agama. Kemudian Profesor dari FK Unair, beliau memberikan testimoni tentang hubungannya SEFT dengan kedokteran. Sehingga pemikiran dari mereka membuat SEFT ini lebih logis dan rasional.
“Banyak Profesor yang memberikan testimoni di radio SS tentang SEFT, sehingga saya yakin bahwa ilmu ini pasti ilmiah. Sedangkan saya sendiri juga Profesor, masak saya ketinggalan ilmu dari mereka! Hal itulah yang sangat mendorong saya untuk mengikuti training ini,” ungkapnya.
Hardi Prasetyo juga menjelaskan bahwa SEFT ini sangat bagus, sehingga dia menganjurkan untuk di-link dengan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). Hal ini diharapkan untuk menunjang visi SEFT yang mencanangkan Indonesia bebas dari kemiskinan dan sehat. Dan, untuk mencapai visi ini tentunya butuh dukungan dari semua pihak, terutama dukungan dari alumni SEFT sangat diperlukan.
“Visi dari SEFT ini sangat bagus sekali, yaitu Indonesia bebas dari kemiskinan dan sehat, visi yang mulia ini harus didukung oleh semua pihak. Saya sarankan SEFT ini di-link kepada Menko Kesra, karena tujuannnya sama,” terangnya.
Ditanya tentang aplikasinya, dia mengungkapkan bahwa SEFT ini merupakan skill yang harus dilatih dan diaplikasikan terus-menerus. Sebab, jika tidak diaplikasikan terus menerus, maka skill tersebut akan hilang dengan perlahan. Maka dari itu, sepulang dari training ini harus selalu dipelajari dan dipraktekkan. “SEFT ini termasuk skill yang harus dilatih dan diaplikasin terus-menerus, sehingga tidak hilang,” tuturnya.
Profesor yang satu ini juga menambahkan bahwa SEFT ini dapat dijadikan pandangan hidup kita ke depan (way of life) sehingga diharapkan dapat menyejahterakan diri, keluarga, dan lingkungannnya, sehingga visi dari SEFT itu akan bisa tercapai. “SEFT sangat cocok jika dijadikan pandangan hidup (way of life),” pungkasnya.

Trainer EFT sembuhkan migran dengan SEFT

Andi Salviah, asal Makasar
Angkatan 113, di Surabaya.

Sebelum saya berkenalan dengan SEFT, saya sebenaranya sudah kenal lebih dulu dengan teknik EFT. Saya adalah penggiat dan juga trainer dari EFT. Tapi kemudian ada teman saya yang memberitahukan bahwa ada yang lebih mantab dan lebih powel full, yaitu SEFT.
Beberapa waktu kemudian, setelah saya mendapatkan informasi soal SEFT, saya mengikuti pelatihan atau workshop para pemerhati NLP. Semua alumni penggiat NLP dipertemukan dalam satu forum. Salah satu acara waktu itu adalah kita diberi pelatihan. Kami dibagi dalam beberapa kelompok dengan pembimbing yang berbeda-beda. Kebetulan, yang memberikan materi di kelas saya adalah mas Faiz. Nah, dari sinilah saya mulai mengenal mas Fais beserta SEFT untuk pertama kalinya.
Ketertarikan dan rasa penasaran saya pun semakin tumbuh. Saya memutuskan membeli buku SEFT dan mempelajari isinya dengan tekun. Hingga suatu saat, bapak saya sakit. Beliau terkena penyakit prostat. Bapak minta diterapi dengan menggunakan SEFT, tapi saya bilang terlebih dahulu bahwa saya baru belajar SEFT. Saya juga tegaskan bahwa saya belajarnyapun dari buku-buku yang saya beli.
Tanpa berpikir panjang, saya mencoba yakin dan melakukan permintaan bapak untuk menerapi dengan SEFT, tapi kayaknya belum memiliki efek karena tidak terlihat adanya perubahan yang berarti. Berangkat dari pengalaman menerapi bapak, saya merasa harus ikut training SEFT di Surabaya. Dengan berbekal semangat yang kuat, saya pamit kepada orang tua untuk mengikuti training SEFT di Surabaya untuk beberapa hari. Alhamdulillah, beliau memberi izin. Ketika ada program pelatihan, saya pun berangkat ke Surabaya.
Setelah ikut SEFT, saya diajari tapping dengan totok-totok di beberapa titik. Beruntung saya sudah pernah membaca bukunya, sehingga saya menghafal semua titik-titik tersebut. Praktis selama mengikuti pelatihan SEFT resmi, saya tidak butuh waktu terlalu lama untuk menguasai pemahaman mengenai titik-titik yang dilatihkan para trainer SEFT.
Dalam sesi pelatihan, para peserta disuruh praktek langsung untuk menyembuhkan diri sendiri. Saya pun mencoba menyembuhkan penyakit lama saya, yaitu penyakit migren. Migren ini sudah saya alami selama beberapa tahun. Bahkan dalam beberapa minggu ini sakitnya tambah parah. Biasanya, faktor kecemasan dan kekhawatiran pada setiap persoalan membuat sakit migren saya kian parah. Akhir-akhir ini saya merasakan sakit migran semakin menyiksa ketimbang yang sebelum-sebelumnya.
Tanpa berpikir panjang, saya mencoba menerapi sakit migran saya itu, dengan set up ingin menghilangkan penyakit migran, tapi ternyata hasilnya nihil, tidak ngefek sama sekali. Kemudian saya ganti set upnya, yaitu ingin menghilangkan kecemasan dan kekhawatiran yang selalu menimpa pikiran saya.
Tapping itu saya lakukan perlahan dengan tenang dan khusu’ sampai selesai, dan alhamdulillah setelah selesai di tapping, kepala saya merasa lebih enak, tak coba geleng-geleng juga merasa enak, hingga sekarang alhamdulillah saya sudah sembuh, sudah tidak sakit lagi.
Syukur alhamdulillah yang selalu saya panjatkan, karena saya sudah bisa dipertemukan dengan SEFT. Ilmu yang saya dapatkan selama di training SEFT akan saya praktekkan kepada bapak yang sakit prostat, saya akan menggali dan menerapi sampah-sampah emosinya dulu, karena saya yakin bapak sakit seperti itu salah satu alasannya diakibatkan oleh psikis. Psikis itu yang akan menjadi tujuan awal terapi saya, baru setelah itu saya akan menerapi sakitnya. Semoga dengan cara itu bapak saya bisa sembuh. Amin. (harun)

berkat SEFT, mistik dan Alergi Kamar Mandi Sembuh Total

Harun Alrosyid Amd, Kep.
Angkatan 112 di Jakarta.
Madiun, 10 Januari 1978

Bagi sebagian orang, masuk kamar mandi itu sangat menyenangkan sehingga tidak salah jika berlama-lama di kamar mandi. Namun, alumni SEFT satu ini malah sebaliknya. Dia alergi masuk kamar mandi, dan SEFT berhasil menyembuhkannya. Berikut sharing pengalaman alumni angkatan 112 ini.
Pulang dari training, saya mencoba mempraktekkan teknik SEFT. Kebetulan pada waktu itu saya memiliki penyakit alergi masuk kamar mandi. Jadi, ketika saya masuk ke kamar mandi, alergi saya pasti akan kumat, yaitu asam lambung langsung naik. Habis itu, kemudian saya muntah-muntah dan ketika gosok gigi pasti akan muntah-muntah.
Setiap pagi mau mandi dan gosok gigi pasti selalu mau muntah-muntah, dan setiap kali mau masuk kamar mandi selalu seperti itu, entah itu di kantor, di hotel, di rumah tidak ada bedanya, pasti saya akan muntah-muntah. Penyakit ini menyiksa saya kurang lebih sudah dua tahunan.
Demi menyembuhkan penyakit saya itu, kami berdua berusaha mencari obat. Saya sendiri sudah meminum obat yang bermacam-macam, tapi herannya obat itu tidak bermanfaat sama sekali. Karena melalui obat tidak ada pengaruhnya sama sekali, maka kemudian saya dibelikan kalung terapi oleh teman-teman, tapi herannya kalung itu juga tidak manjur. Tidak memberi efek sama sekali. Penyakit alergi kamar mandi saya masih tetap bertahan.
Karena saya sudah belajar SEFT, maka saya mencoba mempraktekkannya untuk mengatasi alergi masuk kamar mandi. Saya mencoba melakukan tapping di kamar mandi, karena kamar mandi di rumah ada tempat duduknya, maka saya manfaatkan itu.
Mula-mula saya melakukan set up, sesuai dengan keinginan dan keyakinan saya. Kurang lebih seperti ini: “Ya Allah, meskipun saya ketika masuk kamat mandi selalu mau muntah, saya ikhlas dan saya pasrahkan kesembuhan penyakit ini pada-Mu. Saya ikhlas,,,, saya pasrah.” Setelah itu, saya lakukan tapping sesuai dengan titik-titik SEFT.
Setelah saya melakukan beberapa kali terapi SEFT di kamar mandi, ternyata saya merasa mulai membaik. Semakin sering saya lakukan semakin baik, dan alhamdulillah sekarang saya sudah sembuh total dan saya sangat bersyukur sekali dipertemukan dengan SEFT.
Sekarang, saya baru percaya dan yakin seratus persen bahwa SEFT ini bukan mistik, bukan supranatural, tapi SEFT ini ilmiah, logis dan rasional. SEFT sangat luar biasa. Saya kira, harus dimiliki oleh setiap elemen masyarakat di Indonesia. (harun).