Sehari Bersama Sefter

foto bersamaUsai tahajud ibu ini duduk rileks dan melakukan beberapa tapping untuk membuang sampah2 emosi yang ada dalam listnya. Beliau sedang menerapkan personal peace procedure (3P) selama 10 menit. Kemudian mulai tarik nafas dan menerapkan teknik nafas syukur dan cinta segitiga (CS3). Ritual diakhiri dengan melakukan Deep SEFT untuk mendapatkan apa yang beliau cita-citakan bagi keluarga dan masa depan negeri ini. Secuil doa untuk Indonesia bebas dari kemiskinan dan penyakit serta berperadaban LoGOS.

Menjelang subuh, ibu SEFTer ini masuk kamar anaknya. Seperti biasa membangunkan si anak agar bisa sholat subuh tepat waktu. Sayangnya, si anak kemalaman tidurnya sehingga agak susah dibangunkan. Dengan teknik SEFT mulai ditapping beberapa titik untuk menghilangkan kantuk. Alhamdulillah anaknya pun bangun. Tak lupa beliau praktek teknik Love and Kindness Therapy yg dipelajarinya waktu Training SEFT beberapa waktu yang lalu.

Sang Ayah sepulang sholat subuh bersin-bersin, padahal pagi itu beliau harus menyampaikan presentasi proyek di hadapan klien. Dengan cekatan ibu ini melakukan SEFTing untuk menyembuhkan bersin2 sang Ayah. Tak sampai 15 menit bersinnya sembuh.

Usai sarapan dan minum air dengan teknik syukur yg diajarkan di SEFT, bertiga mereka keluar rumah. Ayah ke kantor, ibu dan anak pergi ke sekolah. Kebetulan di TK itu ada perayaan ulang tahun salah satu siswa. Dan orang tuanya mendatangkan badut ultah yg gendut dan lucu.

Tak disangka ternyata 5 murid kabur ketakutan tatkala badut itu keluar dari ruang riasnya. Ibu SEFTer inipun mendekati satu per satu murid2 TK itu kemudian melakukan SEFTing untuk menghilangkan phobia Badut. Alhamdulillah satu per satu murid berani menemui badut Ultah dan acara ultahpun dirayakan dg penuh semarak.

Oo… tidak! Ada salah seorang murid yang bikin ulah. Tiba-tiba mengamuk karena ingin mainan yg dibawa temannya. Ibu SEFTer dg sigap memeluk dan melakukan tapping pada titik2 yang dapat dijangkaunya. 15 menit pergumulan dg si anak berakhir dg turunnya intensitas kemarahan. Dan dia mulai bermain dg teman2-nya kembali.

Setelah rangkaian acara, tiba saatnya makan kue. Kue Tart yang lezat dibagikan kepada murid2 TK tersebut. Tak berapa lama setelah lahap memakan kue, ada satu anak yang badannya gatal-gatal. O..o.. rupanya dia alergi telur. Ibu SEFTer yang tahu harus melakukan apa langsung melakukan SEFTing untuk alergi telur si anak. Alhamdulillah gatal2-nya hilang dan setelah coba memakan kue lagi, ternyata sudah tidak gatal.

Hari sudah siang, saatnya si kecil pulang bersama ibunya. Sampai di rumah ada kecoa di dalam kamar mandi. Si kecil ketakutan luar biasa, bahkan ketika kecoa itu telah bersembunyi, si kecil tetap tak berani masuk kamar mandi. Ibu SEFTerpun melakukan tapping untuk menghilangkan ketakutannya pada kecoa hingga si kecil berani masuk kamar mandi bahkan gak keluar2 karena asyik main perahu-perahuan… hadeeh..

Sore hari Ayah pulang. Badannya lesu dan lunglai. Entah apa yang terjadi di kantor. Setelah memberikan secangkir teh ibu SEFTer duduk di samping ayah sambil melakukan tapping. Ayah cerita kalau presentasinya berjalan sukses, hanya saja dari mimik para klien kelihatannya kurang puas. Maka dilakukan SEFT untuk menghilangkan kekhawatiran si Ayah.

Usai sholat Isya’ ibu SEFTer membuka jurnal hariannya. Menuliskan beberapa keberuntungan dan kenikmatan yang ia terima hari itu serta isian2 lain sesuai Luck Journal yang dia dapatkan saat training. Nanti malam, beliau bertekat melakukan Deep SEFT agar proyek Ayah bisa goal. Aamiin…

Catatan: Cerita ini fiktif namun kejadian2 yang dialami adalah nyata dan dialami oleh SEFTer2 yang berbeda 🙂
Belajar SEFT sekarang juga di http://terapiseft.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *