Doa dan Affirmasi, Mana yg Powerful?

sujud-wisnu-hesnandar1

Do’a yang saya bahas kali ini tidak saya artikan do’a sebagaimana biasanya. Karena bagi saya sejatinya do’a adalah getaran (vibrasi) pikiran dan perasaan kita setiap saat. Nah kata do’a yang saya gunakan di sini adalah do’a dalam artian pada umumnya dimana di dalam struktur kalimatnya menyebut kata Tuhan, misalnya Ya Allah bagi yang muslim. Kemudian affirmasi di sini saya artikan secara sederhana sebagai kata-kata atau kalimat tertentu yang kita tujukan untuk mensugesti diri sendiri tanpa menyebut kata Tuhan. Kita ambil sebuah kasus dalam situasi perlombaan pidato. Contoh do’a dalam kasus itu misalnya begini, “Ya Allah, Yang Maha Memampukan, hanya dengan Ijin-Mu lah saya bisa tampil baik di atas podium. Ya Allah apapun keputusan-Mu itu yang terbaik dan aku menerima apa adanya”. Sementara contoh affirmasi dalam kasus itu begini, “Saya bisa pidato, saya bisa, saya hebat, saya hebat, saya tenang, saya tenang”. Nah kira-kira mana yang lebih powerfull? Do’a atau Affirmasi? Continue reading “Doa dan Affirmasi, Mana yg Powerful?”

Mental Mengendalikan Tubuh

robocop2014Gara2 abis nonton Robocop, saya jadi punya sedikit ide tulisan tentang bagaimana sebenarnya tubuh kita bekerja. Robocop adalah sebuah gambaran yg lebih jelas bagaimana tubuh kita ini memutuskan untuk melakukan sesuatu. Selama ini, kita hanya melihat tubuh itu dari sisi fisik. Sama seperti robot2 sebelum munculnya robocop. Kita merasa bahwa apa yang dilakukan oleh tubuh kita itu semua karena perintah dari otak. Yaa, kalau robot, yg jadi otaknya adalah software yang sudah tertanam di dalamnya. Continue reading “Mental Mengendalikan Tubuh”

SEFT untuk Mencegah Trauma Anak

PhobiaPerkembangan moral generasi muda jaman sekarang sangat memprihatinkan. Banyak anak muda sudah tak malu lagi bermesraan di depan umum bahkan membuat video porno dengan mereka sendiri sebagai aktornya. Kita mungkin tak bisa dengan begitu saja menyalahkan mereka karena apa yang mereka lakukan adalah cermin dari pengalaman2 yang mereka alami hingga terjadinya tindakan itu.

Informasi negatif setiap hari bahkan setiap detik menyerang anak-anak kita. Kalaupun kita berhasil memproteksi anak kita, teman-temannya boleh jadi lolos dan akhirnya membawa pengaruh buruk juga pada anak kita. Bahkan, kita boleh mengatakan tak ada seorang anakpun terutama di kota besar yang terhindar dari informasi negatif. Continue reading “SEFT untuk Mencegah Trauma Anak”

Agar SEFT Lebih Powerful

Sebagaimana pengobatan apapun di dunia ini baik itu pengobatan medis, bahkan pengobatan dari seorang profesor kedokteran sekalipun selalu dan pasti akan ada saat dimana upaya penyembuhan tidak berhasil. Karena 100% yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit hanyalah Allah.

Karena itulah seorang SEFTer sebelum melakukan proses terapi harus memiliki keyakinan besar bahwa saat itu dia sedang menjadi perantara sebuah rahmat Allah kepada pasien yaitu kesembuhan. Maka bersikaplah sebagai seorang pemberi rahmat, tawadhu’ dan tunduk. Semaksimal mungkin hilangkan rasa angkuh dlm diri saat hendak melakukan terapi karena memang bukan kita, bukan SEFT, bukan siapapun yang bisa menyembuhkan kecuali Allah. Continue reading “Agar SEFT Lebih Powerful”

Cara Mengatasi Phobia

PhobiaPhobia adalah ketakutan berlebihan terhadap sesuatu walaupun pada kenyataannya sesuatu itu sama sekali tidak berbahaya. Misalnya phobia nasi, phobia durian, phobia kucing, phobia kecoa, phobia tikus, dll.

Cara mengatasi phobia bisa bermacam-macam salah satunya adalah dengan menggunakan Terapi SEFT. Mengatasi phobia dengan SEFT membutuhkan beberapa persiapan-persiapan diantaranya:

  1. Obyek yang ditakuti, misalnya takut tikus, maka sediakan tikusnya
  2. Untuk phobia akut, sebaiknya gunakan gambar sebagai permulaan
  3. Tempatkan obyek yang ditakuti pada jarak yang cukup aman bagi pasien. Jadi, jangan buru-buru didekatkan. Misalnya letakkan di pintu masuk ruangan.

Continue reading “Cara Mengatasi Phobia”

Teknik Melakukan SEFT

Ada dua versi dalam melakukan SEFT. Yang pertama adalah versi lengkap yang akan segera saya jelaskan, dan yang kedua adalah versi ringkas (short-cut). Keduanya terdiri dari 3 langkah sederhana, perbedaannya hanya pada langkah ketiga (the Tapping). Pada versi singkat, langkah ketiga dilakukan hanya pada 9 titik, dan pada versi lengkap tapping dilakukan pada 18 titik. Sebaiknya anda kuasai dulu versi lengkap ini sebelum versi ringkasnya, agar anda mendapatkan hasil yang maksimal. Continue reading “Teknik Melakukan SEFT”

SEFT for Free from Diabetes

Ada 4 cara SEFT for free from Diabetes, yaitu:

1. Gunakan kalimat set up berikut: Ya Allah walaupun saat ini gula darah hamba angkanya adalah …. (sebutkan), padahal normalnya adalah …. (sebutkan), hamba ikhlas menerimanya dan hamba pasrahkan kepadaMU normalnya gula darah hamba.

Kalimat set up ini menurut penelitian yang dilakukan di Jakarta dengan responden 12 orang adalah kalimat yang paling efektif diantara kalimat set up yang lain, karena responden diminta untuk membayangkan angka gula darahnya.

Suasana One Day Training Free from Diabetes
dr. Ipung Puruhito saat memberikan materi

 

 

 

 

 

 

 

Grafik Hasil Penelitian SEFT for Free from Diabetes
Grafik Hasil Penelitian SEFT for Free from Diabetes

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil penelitian menunjukkan penurunan gula darah yang cukup signifikan.

Cara ke 2 dst tunggu postingan berikutnya ya….

SEFT Jarak Jauh

Ini pengalaman lumayan besar bagiku. Aku dulu karyawan LoGOs Institute Jakarta. Meskipun aku adalah staf, tapi aku tidak sering menangani pasien. Karena memang, tugas utama kami para staf, bukan melakukan terapi. Tapi mengadakan pelatihan. Terapi seringkali dilakukan oleh para SEFTeR. Tapi, kalau ada kondisi emergency, kami bisa lho dikerahkan. Dengan kata lain, kami juga bisa napping, bukan hanya jadi panitia pelatihan. Hehe…

Memang, karena jam terbang yang tidak tinggi, kamipun tidak se’ampuh’ sejumlah SEFTeR yang punya pasien setiap hari. Continue reading “SEFT Jarak Jauh”

Balita Perokok

Luka kematian, kadang menjadi hal yang biasa. Kadang mengejutkan. Kadang pula menyisakan luka panjang yang pekat. Mungkin pengalaman saya ini tergolong cerita yang menarik sekaligus memiliatinkan. Cerita tentang balita umur tiga setengah tahun yang kecanduan rokok.

Balita itu, sekarang ada di pangkuan saya. Dari kisah neneknya, ibu balita itu meninggal, ketika dia berumur lima belas hari. Lalu, sejak umur satu setengah tahun dia mulai merokok.

Continue reading “Balita Perokok”