<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Terapi SEFT &#187; Testimoni SEFT</title>
	<atom:link href="http://terapiseft.com/category/testimoni-seft/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://terapiseft.com</link>
	<description>SEFT - Spiritual Emotional Freedom Technique - Solusi Masalah Fisik dan Psikis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 08:32:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>SEFT Bisa Menolong Banyak Orang</title>
		<link>http://terapiseft.com/seft-bisa-menolong-banyak-orang.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/seft-bisa-menolong-banyak-orang.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini testimoni dari: Bagus Iswiratmoko Terima kasih kepada Tuhan yang telah membimbing saya sehingga dapat berkenalan dengan SEFT yang kita cintai ini. Sedikit kilas balik penglaman saya kebelakang yang nanti pada akhirnya saya mendukung penuh adanya SEFT ini. Sudah &#8230; <a href="http://terapiseft.com/seft-bisa-menolong-banyak-orang.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini testimoni dari: Bagus Iswiratmoko</p>
<p>Terima kasih kepada Tuhan yang telah membimbing saya sehingga dapat berkenalan dengan SEFT yang kita cintai ini. Sedikit kilas balik penglaman saya kebelakang yang nanti pada akhirnya saya mendukung penuh adanya SEFT ini. Sudah sejak sekolah SMA kira-kira tahun 1988 saya selalu dimintai tolong orang lain. dan saya membantu mereka dengan berbagai cara. Saya bersyukur karena banyak yang berhasil saya ditangani saat itu. <span id="more-437"></span>Menjelang tahun 2011 pikiran dan hati saya tertuju pada EFT, kemudian saya mencarinya di internet. Secara tidak sengaja saya menemukan SEFT sampai saya download youtube-nya, mencari bukunya dan mempelajarinya. Kemudian  saya praktekan ke lingkungan keluarga saya. Hasilnya memuaskan buat saya untuk terus melanjutkan menolong orang lain.</p>
<p>Walaupun saya belum pernah mengikuti training2-nya (mungkin memang sedikit terbentur biaya) saya sangat tertarik dengan metode SEFT ini, karena memang tingkat keberhasilannya begitu cepat &amp; nyata. Saya telah membuktikan sendiri dan sudah banyak orang lain yang meminta tolong kepada saya mulai dari terapi rokok, mingrain, sakit kepala, sakit gigi, latah, fobia, terkilir, jantung, maag dll. Sekarang saya dihadapkan dengan orang yang mengalami penyakit &#8220;lupus&#8221;. Walaupun kadang timbul sedikit keraguan, saya tetap harus mencobanya.</p>
<p>Saya selalu ingat akan pesan beliau (pak Faiz) untuk dicoba dalam segala hal, lagi pula saya selalu berfikir &#8220;ah, sekalian terus belajar dan mengasah ilmu SEFT ini. toh keberhasilan atas kesembuhan ini semua adalah ijinNYA&#8221;. Dan saya menjadi terus berani untuk melanjutkannya .</p>
<p>Oh ya, saya memang tidak memungut biaya dari sini. Bagi saya, saya sudah sangat berterima kasih pada mereka yang telah meminta bantuan dari saya, karena dengan begitu saya bisa terus belajar &amp; praktek tanpa harus mencari-cari orang yang ingin menjadi bahan percobaan saya. Saya memang terlihat membantu mereka, padahal sebaliknya merakalah yang telah banyak membantu saya (maaf &amp; terima kasih kepada semuanya).</p>
<p>Saya sangat berkeinginan untuk dapat bergabung dikeluarga besar SEFT  ini. Saat ini saya sedang mengumpulkan biaya untuk bisa ikut training sehingga bisa bergabung dengan keluarga besar SEFT ini. semoga cepat bisa terlaksana. Amin.</p>
<p>Lewat tulisan ini saya memohon maaf karena tanpa seijin keluarga besar ini saya telah berani untuk membantu orang lain dengan menggunakan SEFT dan lewat tulisan ini pula saya memohon ijin untuk dapat melanjutkan membantu orang lain dengan menggunakan SEFT.</p>
<p>Terima kasih Tuhan telah memperkenalkan SEFT ini kepada saya.<br />
Salam SUKSES untuk semua SEFTer&#8230;!!! terus bergaung dan berjayalah SEFTer Indonesiku&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/seft-bisa-menolong-banyak-orang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sembuh dari Sakit Punggung Menahun</title>
		<link>http://terapiseft.com/sembuh-dari-sakit-punggung-menahun.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/sembuh-dari-sakit-punggung-menahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 07:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang punya problem beratnya masing-masing. Dengan cara penyelesaian yang juga tak sama. Tak terkecuali Monika Putri Dewi, Sefter angkatan 81. Salah satu caranya menemukan solusi atas problem yang dia simpan dengan cara mengikuti beragam seminar dan training. Namun dan &#8230; <a href="http://terapiseft.com/sembuh-dari-sakit-punggung-menahun.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang punya problem beratnya masing-masing. Dengan cara penyelesaian yang juga tak sama.</p>
<p>Tak terkecuali Monika Putri Dewi, Sefter angkatan 81. Salah satu caranya menemukan solusi atas problem yang dia simpan dengan cara mengikuti beragam seminar dan training. Namun dan sekian seminar dan training, belum satu pun yang membuatnya punya jawaban. Dia pun apatis terhadap seminar dan training.<span id="more-422"></span></p>
<p>Karena itu, ketika suatu saat dia mendengarkan tentang training SEFT di radio Suara Surabaya, ia tak begitu respek.</p>
<p>Tetapi pikiran itu kemudian berganti penasaran kala disebutkan bahwa SEFT juga terdapat materi healing.</p>
<p>Saya berpikir kok ada healingnya? Apa maksudnya?” imbuh mahsiswa Himerko ITS ini.</p>
<p>Apalagi kebetulan, selain ingin belajar cara pemecahan masalah, dia pun mengidap penyakit punggung yang bertahun, dan tak sembuh-sembuh. “Saya sudah mencoba banyak pengobatan, termasuk medis. Tapi belum ada hasilnya. Karenanya, saya akhirnya mencoba ikut training SEFT,” terang aktivis HIMATEKTRO ITS (Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro ITS).</p>
<p>Bermodal rasa penasaran dan tekat sembuh, monika pun mengikuti perview-Nya. Setelah perview, justru dirinya tambah mantap untuk benar-benar mendaftar trainingnya. Saat training, Monika diterapi oleh Roni, salah satu staf logos. Ketika diterapi bukannya sembuh, penyakit punggungnya yang semula tidak kambuh, justru kumat.</p>
<p>“Saya heran dan bingung. Diterapi kok malah kumat. Padahal sebelumnya tidak”’ cetus monika</p>
<p>Setelah terus dituntun dalam terapi, sakit punggung Monika akhirnya hilang. Menurut Monika, kesembuhan tersebut telah menyadarkannya tentang hakikat memaafkan.</p>
<p>“Saya dibilangin dan dijelaskan mas Faiz, tentang ikhlas memaafkan. Ternyata ketika saya benar-benar ikhlas, sakit punggung saya hilang!”</p>
<p>Dan peristiwa terapi itu, Monika baru sadar. Bahwa selama ni telah salah paham tentang ikhlas memaafkan.</p>
<p>“Dulu saya bilang ikhlas memaafkan. Padahal dalam hati saya masih tumbuh sisa dendam dan benci. Saya sangat puas, dan bersyukur atas kesadaran ini. Mungkin karena rasa tidak memaafkan itulah, muasal sakit saya,” jelas Monika haru.</p>
<p>Sumber: Majalah Al Madinah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/sembuh-dari-sakit-punggung-menahun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEFT Cocok untuk Keharmonisan Rumah Tangga</title>
		<link>http://terapiseft.com/seft-cocok-untuk-keharmonisan-rumah-tangga.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/seft-cocok-untuk-keharmonisan-rumah-tangga.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 04:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Untuk para pengantin baru, atau bagi yang baru berumah tangga perlu mengikuti training SEFT. Ungkapan ni diucapkan Kasman Haroy, Kordinator Pembimbing Siswa di Sekolah perwira, Pusat Latihan dan Penddikan Dasar Kemiliteran (Puslatdik sarmil) Juanda. Pasalnya, seperti dijelaskan oleh Kasman, materi &#8230; <a href="http://terapiseft.com/seft-cocok-untuk-keharmonisan-rumah-tangga.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center">Untuk para pengantin baru, atau bagi yang baru berumah tangga perlu mengikuti training SEFT.</p>
<p>Ungkapan ni diucapkan Kasman Haroy, Kordinator Pembimbing Siswa di Sekolah perwira, Pusat Latihan dan Penddikan Dasar Kemiliteran (Puslatdik sarmil) Juanda. Pasalnya, seperti dijelaskan oleh Kasman, materi SEFT tentang keluarga polanya begitu aplikatif.<span id="more-419"></span></p>
<p>“Makanya, saya menyarankan bagi pengantin muda untuk mengikuti training SEFT. Kupasan SEFT begitu gamblang membahas berbagai fenomena dalam rumah tangga, dan penyelesainnya yang simpel,” terang Kasman. a sendiri mengaku sudah merasakan efeknya bagi keharmonisan rumah tangga.</p>
<p>Dan segi teknik healing, Kasman punya pengalaman unik. Salah seorang siswanya mengaku sedang sakit. Padahal, dia sedang mengikuti program dasar militer. Jika tidak mengikutinya, sang siswa bisa mengalami DO.</p>
<p>“Dia bilang, dadanya sakit hingga tembus belakang, merasa gelisah, dan ngerasa nggak bakalan bisa mengikuti program. Kemudian, saya tawari, mau nggak saya terapi? Saya pun melakukan terapi”, kisah kasman</p>
<p>&#8220;Pada set up ketiga, siswa tersebut tiba-tiba berlinang air mata. Dua putaran ternyata dia sudah merasa lebih nyaman. Karena itu saya ulang satu kali lagi, sekitar 5-7 menit. Besoknya dia bilang sudah tak ada masalah,” tutur kasman</p>
<p>Sebelum ikut training, Kasman pernah mengalami tangan patah sehingga harus dioperasi. Setelah dioperasi, bekas jahitannya ternyata masih terasa sakit. Kemudian saya datang pada preview seft. Alhamdulillah, setelah diterapi sakitnya hilang. Saya lalu memutuskan ikut training SEFT total solution,” pukasnya.(*)</p>
<p><em>Kasman Haroy</em><br />
<em>Sumber: Majalah Almadinah </em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/seft-cocok-untuk-keharmonisan-rumah-tangga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phobia Badut di-SEFT aja</title>
		<link>http://terapiseft.com/pobhia-badut-di-seft-aja.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/pobhia-badut-di-seft-aja.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 03:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih SEFT&#8230;anakku sudah tidak takut badut lagi. Ceritanya begini, di Indomart seberang rumahku biasanya kalau malam minggu ada badut promo, dan anakku takut ke sana kalau ada badutnya. Kemudian aku coba terapi SEFT 2 seri. Hasilnya belum tampak setelahnya. &#8230; <a href="http://terapiseft.com/pobhia-badut-di-seft-aja.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih SEFT&#8230;anakku sudah tidak takut badut lagi.</p>
<p>Ceritanya begini, di Indomart seberang rumahku biasanya kalau malam minggu ada badut promo, dan anakku takut ke sana kalau ada badutnya. Kemudian aku coba terapi SEFT 2 seri. Hasilnya belum tampak setelahnya.</p>
<p>Aku baru tahu hasilnya setelah sekitar 2 bulan setelah itu, kami sekeluarga rekreasi ke Candi Prambanan, di sana ada badut Dora dan Winnie the Pooh, dan&#8230;mengejutkan! dia minta difoto bareng badut-badut itu tanpa takut-takut.<span id="more-411"></span></p>
<p>Subhanallah&#8230;terima kasih SEFT&#8230;ini aku kirimkan foto anakku bersama badutnya&#8230;</p>
<div id="attachment_412" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://terapiseft.com/pobhia-badut-di-seft-aja.html/sembuh-dari-pobia-badut" rel="attachment wp-att-412"><img class="size-medium wp-image-412" title="Horee! Gak takut sama badut Lagi" src="http://terapiseft.com/wp-content/uploads/2012/01/sembuh-dari-pobia-badut-300x200.jpg" alt="Horee! Gak takut sama badut Lagi" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Horee! Gak takut sama badut Lagi</p></div>
<p>oleh: Siti Aisyah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/pobhia-badut-di-seft-aja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ampuh Meski Hanya dalam Hati</title>
		<link>http://terapiseft.com/ampuh-meski-hanya-dalam-hati.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/ampuh-meski-hanya-dalam-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 01:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Mulanya, Sri Gunani, tidak terialu tertarik mengikuti training SEFT Total Solution. Menurutnya, tak ada alasan spesifik yang mengharuskannya untuk ikut training penyembuhan holistik EFT berbasis spritualitas tersebut. Ia justru mengenal dan belajar banyak mengenai teknik SEFT dari suami. “Suami bahkan &#8230; <a href="http://terapiseft.com/ampuh-meski-hanya-dalam-hati.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Mulanya, Sri Gunani, tidak terialu tertarik mengikuti training SEFT Total Solution. Menurutnya, tak ada alasan spesifik yang mengharuskannya untuk ikut training penyembuhan holistik EFT berbasis spritualitas tersebut. Ia justru mengenal dan belajar banyak mengenai teknik SEFT dari suami.<span id="more-408"></span></p>
<p>“Suami bahkan sudah punya VCD-nya. Bahkan temen yang saya share tentang seft, malah ikut preview-nya duluan,” tutur dosen ITS kelahiran Semarang, 31 Mei 1966 itu sambil tertawa pendek.</p>
<p>Namun, pikirannya tiba-tiba berubah manakala terdapat salah seorang kerabatnya memiliki problem yang bersifat psikis dan keluarga.</p>
<p>“Nah, dari situlah saya jadi tergugat untuk mengikuti trainingnya. Saya pikir ini penting. Saya ingin membantu penyelesaiannya, apalagi saya sudah banyak tahu SEFT dan suami. Jadi, siapa tahu justru bisa banyak membantu?” terangnya.</p>
<p>Maka, ia pun mendaftar training SEFT pada SEFT Spesial Class. Selanjutnya, karena keinginannya menjadi alumni dan menguatkan pengetahuannya tentang SEFT, Sri juga mendaftar pacla trainingnya yang non spesial class.</p>
<p>Apalagi, ketika penyakit Pusing akut yang selama ini menderanya ikut-ikutan sembuh.</p>
<p>“Saya punya penyakit pusing.  Agar tidak kambuh, saya selalu ( membawa obat peredanya) ke mana saya pergi. AIhamdulillah penyakit ini ternyata bisa sembuh,”  kisah Gunani. Ceritanya, dia lupa membawa obat pereda pusing yang biasa dia bawa.</p>
<p>“Nah, saat itu pusing saya kambuh. Saya bingung banget, soalnya kan saya tidak bawa obatnya. Karena sudah nggak ada pilihan lain, lalu saya coba tapping. Ndilalah, ya kok sampai sekarang tidak kumat-kurnat lagi. ini kan berarti tekniknya efektif,” tambahnya.</p>
<p>Gunani juga punya pengalaman menarik. Suatu ketika, salah satu seorang mahasiswanya ada yang memiliki masalah. Karena keinginan membantu, maka dia pun berniat membantu agar kondisi sang mahasiswa kembali normal.</p>
<p>“Lha, tahu-tahu dia datang ke kantor saya. Katanya sudah sehat. Padahal baru set up dalam hati,” kisahnya takjub.</p>
<p>Sumber: Majalah Al Madinah (www.yas.co.id)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/ampuh-meski-hanya-dalam-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perut Kembung, Sesak Napas dan Alergi Udang</title>
		<link>http://terapiseft.com/perut-kembung-sesak-napas-dan-alergi-udang.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/perut-kembung-sesak-napas-dan-alergi-udang.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 08:54:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 14 April pk 16.00 saya menerima kiriman buku dari SEFT yang memang sudah saya pesan 2 hari sebelumnya lewat email. Langsung saya baca dan pelajari tehnik dan langkah-langkah penyembuhan dengan metoda SEFT. Keberhasilan Pertama : Pada hari Ahad &#8230; <a href="http://terapiseft.com/perut-kembung-sesak-napas-dan-alergi-udang.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center">Pada tanggal 14 April pk 16.00 saya menerima kiriman buku dari SEFT yang memang sudah saya pesan 2 hari sebelumnya lewat email. Langsung saya baca dan pelajari tehnik dan langkah-langkah penyembuhan dengan metoda SEFT.<span id="more-379"></span></p>
<p><strong>Keberhasilan Pertama :</strong></p>
<p>Pada hari Ahad tanggal 18 April tahun 2010 sekitar pk. 17.00 ketika saya sedang membuka internet dan membaca tentang SEFT dengan maksud mendalaminya dan ingin memperaktekkannya tiba-2 perut saya kembung terasa seperti dipompa, kemudian mulai terasa sakit seperti naik dari bawah perut hingga ke rongga dada dan nafas saya jadi sesak, rasa ingin kentut tapi tidak keluar.</p>
<p>Saya tekan perut saya dengan tangan kiri seolah-olah ingin menahan kembungnya agar jangan bertambah besar sambil menahan rasa sakitnya. Pada saat itu datanglah pikiran dalam hati saya “apakah ini suatu perintah/suruhan agar saya segera memperaktekkan SEFT terhadap diri saya ?”.  Spontan hati saya mengambil keputusan bahwa sekarang harus saya praktekkan.</p>
<p>Sambil menahan rasa sakit saya mulai Set Up, saya tekan dada atas saya sebelah kanan sambil saya mengucapkan “ya Alloh sekarang perut saya tiba-tiba sakit, tapi saya ikhlash, dan saya pasrah untuk kesembuhannya pada –Mu” sebanyak tiga kali. Sambil saya menahan dan konsentrasi pada rasa sakit, saya lakukan Tun In saya mengucapkan: “ya Alloh saya ikhlash …….saya pasrah” dan sambil tidak putus-putus saya berucap seperti itu, tangan saya langsung melakukan Tapping sampai titik ke 9.</p>
<p>Selesai satu putaran sakitnya berkurang, selesai putaran ke dua sakitnya tambah berkurang lagi, selesai putaran ke tiga ……… Alhamdulillah saya sembuh dan tidak ada lagi rasa sakitnya. Terima kasih pak Ahmad Faiz, walaupun saya belum mengikuti pelatihan tapi berhasil melakukan terhadap diri saya.</p>
<p><strong>Keberhasilan Kedua :</strong></p>
<p>Saya selama ini alergi udang, bila makan udang badan saya bengkak-bengkak dan baru sembuh setelah 2 jam dari makan obat CTM. Pada hari Ahad tanggal 18 Mei 2010 sore kami dikirimi makanan oleh famili yang dari sedekahan, diantara makanan itu ada udang sebanyak 6 ekor sebesar pergelangan bayi.</p>
<p>Saya langsung simpan udang itu dan saya katakan dengan isteri saya bahwa saya akan coba makan udang ini. Pada pk 21.00 saya ambil udang tersebut, saya letakkan didepan saya. Sambil saya melihat udang itu saya lakukan Set Up, saya tekan dada saya bagian atas sambil saya mengucapkan…… Ya Alloh selama ini kalau saya makan udang badan saya bengkak dan gatal karena alergi ….. tapi sekarang ya Alloh….. udang yang ada didepan saya ini akan saya makan. Kalau akibatnya badan saya gatal-gatal dan bengkak saya ikhlash, akat tetapi saya serahkan kesembuhannya pada-Mu ya Alloh………. Sebanyak 3 kali.</p>
<p>Langsung saya lakukan Tun In saya mengucapkan ya Alloh saya ikhlash……. Saya pasrah terus berulang-ulang dan saya lakukan Tapping sampai langkah ke 9. kemudian saya makan udang itu sebanyak 3 ekor saya pilih yang paling besar. Setelah selesai makan udang itu saya lakukan SEFT sekali lagi.</p>
<p>Alhamdulillah sampai saya menulis testimoni ini pk 06 pagi saya terbebas dari alergi udang. Saya mengucapkan syukur padamu ya Alloh dan terimakasih pada pak Ahmad Faiz yg telah mengajar saya SEFT walaupun hanya lewat buku dan Video.</p>
<p>Drs. H. Fauzi Fattah, MM. Jl. Tamin No. 57 Bandar Lampung Tlp. 0811793700.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Info: Training SEFT bulan Nopember diadakan tanggal 25-27 Nop 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/perut-kembung-sesak-napas-dan-alergi-udang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hilangkan rasa sakit kena ledakan kembang api</title>
		<link>http://terapiseft.com/hilangkan-rasa-sakit-kena-ledakan-kembang-api.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/hilangkan-rasa-sakit-kena-ledakan-kembang-api.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 11:40:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Saya bersyukur mengenal SEFT, dengan menggunakan SEFT sangat membantu Saya untuk menghilangkan rasa sakit akibat Ledakan Kembang api yang tidak terarah. Hari itu lebaran ke 2 dimana seluruh keluarga besar berkumpul di rumah orang tua di Kampung gedog desa pinggiran &#8230; <a href="http://terapiseft.com/hilangkan-rasa-sakit-kena-ledakan-kembang-api.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-362" title="kembang-api" src="http://terapiseft.com/wp-content/uploads/2011/10/kembang-api.jpg" alt="Kembang Api" width="289" height="298" />Saya bersyukur mengenal SEFT, dengan menggunakan SEFT sangat membantu Saya untuk menghilangkan rasa sakit akibat Ledakan Kembang api yang tidak terarah.</p>
<p>Hari itu lebaran ke 2 dimana seluruh keluarga besar berkumpul di rumah orang tua di Kampung gedog desa pinggiran d kotamadia Blitar. Untuk bersenang-senang dan melampiaskan kegembiraan karena berkumpul, anak-anak minta dibelikan kembang api (katanya seperti yang dipakai di Tahun baru), maka dibelikanlah kembang api sebanyak 3 jenis yang masing2 jenis ada 2 kembang api.</p>
<p>Pertama kalinya dinyalakan kembang api yang besar dan anak-anak beserta keluarga senang karena nyalanya memang bagus dan mereka terhibur, tetapi karena ada keluarga yang sakit maka disarankan pindah lokasi dan akhirnya anak-anak minta pindah lokasi.<span id="more-361"></span></p>
<p>Pada lokasi yang baru, dinyalakanlah kembali kembang api – kembang api yang tersisa, dan pada awalnya dinyalakan mulai kembang api yang kecil dan ini membuat anak-anak yang lagi berkumpul berteriak kegirangan dan sangat menikmati sekali. Pada akhirnya tersisa satu kembang api yang paling besar yg dibeli saat itu, kembang api diikat pada sebuah pagar besi dengan tali raffia, kemudian dinyalakan. Sampai pada letupan ke empat, anak-anak yang berkumpul sangat menikmati sekali karena nyalanya membuat mereka menyukainya.</p>
<p>Akan tetapi pada saat letupan ke lima ternyata pengikat tali raffia putus dan membuat arah letupan tidak terarah dan ini mengenai salah satu keponakan saya yang masih kelas empat SD dan letupan ke enam kembali terjadi dan ini mengarah pada anak saya sendiri yg sudah kuliah semester 5 tepat di engkel kaki kirinya. Saya mencoba melakukan penyelamatan dengan menendang kembang api tersebut, akan tetapi belum sampai pada kembang api tersebut terjadi lagi letupan yang ke tujuh dan ini mengenai betis keponakan saya yang sekolah kelas 9 sedang letupan yang terakhir bisa diselamatkan tidak sampai mengenai anak-anak yang berkumpul.</p>
<p>Akibat arah kembang api yang tidak berarah tersebut membawa korban 3 anak dan suasana yang tadinya penuh kegembiraan berubah menjadi jerit tangis kesakitan anak serta keponakan-keponakanku dan ini membuat panic seluruh anggota keluarga.</p>
<p>Saat itu saya masih bisa tenang dan langsung saya ngomong dengan istri kalau anak-anak kena kembang api dan lumayan parah, tolong dibantu untuk melakukan tapping pada anak-anak. Karena yang pertama terlihat paling parah anak saya maka saat itu istri melakukan tapping langsung ke anak saya dan saya melakukan surrogate pada anak saya, hasilnya sangat menggembirakan ternyata saat itu setelah saya dan istri saya masing-masing melakukan tapping 4 putaran rasa sakit itu hilang.</p>
<p>Setelah anak saya selesai kembali kami melakukan terhadap 2 keponakan saya yang juga terkena letupan serta ledakan kembang api, istri saya melakukan pada yang kecil sebanyak 4 putaran sedang saya melakukan pada keponakan sebanyak 4 putaran, hasilnya sungguh luar biasa…..RASA SAKIT YANG ADA LANGSUNG HILANG</p>
<p>Terima kasih ya ALLAH engkau telah menghilangkan rasa sakit pada anak, serta keponakan-keponakan saya. Terima kasih pula SEFT telah banyak membantu dan semoga ini bisa diamalkan pada sesame serta bermanfaat buat orang banyak.</p>
<p>Blitar, 1 September 2011</p>
<p>Fredy Sadsunu, angkatan 82<br />
Wiwik Widayati , angkatan 81</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/hilangkan-rasa-sakit-kena-ledakan-kembang-api.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sembuh dari Latah karena SEFT</title>
		<link>http://terapiseft.com/sembuh-dari-latah-karena-seft.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/sembuh-dari-latah-karena-seft.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 07:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Anda tentu tahu penyakit latah? Mungkin sebagian orang menganggapnya bukan penyakit. Sebagian yang lain, menganggapnya kelemahan tak berarti. Sebagian lagi menganggapnya gangguan serius, karena dampaknya yang tidak mengenakkan. Sedang sebagian lagi, menganggapnya bahan lelucon. Berbagai sudut pandang tentang latah. Tapi, &#8230; <a href="http://terapiseft.com/sembuh-dari-latah-karena-seft.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda tentu tahu penyakit latah? Mungkin sebagian orang menganggapnya bukan penyakit. Sebagian yang lain, menganggapnya kelemahan tak berarti. Sebagian lagi menganggapnya gangguan serius, karena dampaknya yang tidak mengenakkan. Sedang sebagian lagi, menganggapnya bahan lelucon. Berbagai sudut pandang tentang latah. Tapi, apapun itu&#8230;latah tetap hal yang kalau bisa, tidak perlu ada pada tingkah laku kita khan?<span id="more-337"></span></p>
<p>Saya bertemu ibu satu anak ini tidak sengaja. Di sebuah pertemuan singkat dan tak banyak bicara. Tapi rupanya, Tuhan memberi kesan mendalam tentang pertemuan itu. Bagiku, juga baginya.</p>
<p>Anda tahu kenapa? Karena hasil ketuk-ketuk ringan yang saya lakukan padanya, kebiasaan latah yang belasan tahun dialami, akhirnya sirna dengan ijin Tuhan.</p>
<p>Awalnya saya tidak yakin. Saya juga sempat tertawa kecil, ketika perempuan cantik ini mengutarakan keluhannya. “Saya latah.” Begitu katanya waktu itu, sambil tersenyum malu.</p>
<p>Dalam benak saya, apa iya SEFT bisa untuk keluhan unik ini? Tapi rupanya, itu yang dikehendaki Tuhan. Dengan hati-hati saya sampaikan, “Mari kita coba.”</p>
<p>Sejenak saya berpikir, bagaimana caranya ya untuk melakukan terapi semacam ini. Latah? Yah, latah&#8230;</p>
<p>Heemmm…….</p>
<p>Akhirnya cara itu terlintas juga. Karena ia datang bersama suaminya, maka saya minta saja si suami menggodanya, agar si istri muncul latahnya. Sambil tersenyum-senyum, lelaki itu menyanggupi permintaan saya.</p>
<p>Si suami mulai menggelitik dan memberikan kejutan-kejutan yang membuat istrinya latah. Saya juga mulai melakukan Set Up. Yang pasti, perasaan saya berdebar-debar. Saya hanya khawatir mengecewakan kenalan baru ini, jika tak berhasil membantu. Tapi, buru-buru saya ikhlaskan saja semuanya. Tuhan selalu tahu yang terbaik untuk hambanya. Bisa jadi, latah bagi orang ini akan lebih baik, timbang sembuh. Itu hak Tuhan tho?</p>
<p>Anda bisa membayangkan hebohnya prosesi terapi ini khan? Jadi mulai awal Set Up, sampai akhir sebelum melepaskan nafas, badan si istri ini terus bergoyang menahan geli dan berusaha fokus pada proses tapping. Beberapa orang yang berkerumun juga melihat sambil tertawa-tawa.</p>
<p>Keberuntungan rupanya sedang bersama kami. Hanya dengan satu putaran tapping, latah itu tiba-tiba sirna. Atas ijin Tuhan, setelah sampai titik akhir dan mengambil nafas hingga tiga kali, memberinya kejutan dengan tepukan tangan yang cukup keras, tepat di depan wajahnya.</p>
<p>Anda tahu reaksinya? Perempuan itu hanya diam dan berucap Alhamdulillah sambil menghembuskan nafas……….. Kemudian menengok suaminya, seperti tidak percaya bahwa ia sudah tidak latah.</p>
<p>Selang seminggu setelah aksi ketuk-ketuk itu, kami bertemu lagi. Berbeda dengan perternuan pertama yang tidak sengaja, pertemuan kedua sengaja kami merencanakan. Ternyata pertemuan yang digagas sang suami itu, hanya untuk mengatakan pada saya, “sekarang <em>nggak</em> ada lagi yang bisa <em>digodain</em>. Dia <em>nggak</em> latah lagi.”</p>
<p>Hehehe&#8230;.</p>
<p>“<em>Aya-aya wae si Akang mah</em>&#8230;.” begitu timpal si istri.</p>
<p>Set Up:</p>
<p>Ya Allah, meskipun saya merasa tidak nyaman dengan latah ini, padahal saya selalu latah setiap kali ada rangsangan yang mengejutkan, saya ikhlas dengan rasa tidak nyaman ini, dan saya pasrahkan kenyamanan hati saya, kesembuhan latah saya sepenuhnya pada-Mu.</p>
<p>Sumber: Negri Para Sefter</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/sembuh-dari-latah-karena-seft.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kanker Rahim</title>
		<link>http://terapiseft.com/kanker-rahim.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/kanker-rahim.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 14:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Kesehatan memang utama, bahkan tak terbeli. Apa arti harta, jabatan kalau kesehatan tidak dimiliki. Apalagi kalau kesehatan itu justru tidak dimiliki orang-orang yang kita cintai. Pasti anda sedih khan? Mencarikan obat buat istri sudah kulakukan ke banyak tempat. Tapi memang &#8230; <a href="http://terapiseft.com/kanker-rahim.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Kesehatan memang utama, bahkan tak terbeli. Apa arti harta, jabatan kalau kesehatan tidak dimiliki. Apalagi kalau kesehatan itu justru tidak dimiliki orang-orang yang kita cintai. Pasti anda sedih khan? <span id="more-335"></span></p>
<p>Mencarikan obat buat istri sudah kulakukan ke banyak tempat. Tapi memang kalau belum dikasih sembuh, ya, tetap sakit. Istriku menderita kanker rahim stadium empat. Aku sayang padanya dan aku ingin dia sembuh.</p>
<p>Suatu sore aku bertemu kawan lama. Setelah bicara banyak hal, dia menunjukkan ke aku buku SEFT. Dia bilang, itu buku bagus. “Coba kau baca, mungkin bisa membantumu,” begitu katanya. Sebenarnya, bukan aku tidak percaya lagi dokter. Tapi, aku tidak bisa melihat istriku sakit terus. Aku sangat ingin membantunya sembuh dengan berbagai jalan.</p>
<p>Sekilas aku baca judul buku inmi, SEFT. Aku buka-buka, bagus juga. Ketika perjalanan pulang, aku sempatkan membeli. Seharian aku membacanya. Bagiku, ini bukan hal baru. Karena aku juga sering bersentuhan dengan bcrbagai macam ilmu terapi. Sehingga akupun cukup mudah memahami.</p>
<p>Besoknya aku cobakan ke istri. Aku gabungkankan dengan ilmu terapi yang kumiliki sebelum kenal SEFT. Sehari, belum ada hasil. Aku tidak putus asa. Aku cobakan tiap hari, selepas Shubuh dan Maghrib. Minggu pertama belum ada perubahan berarti. Aku tidak putus asa. Aku teruskan sampai minggu ke dua dan tiga.</p>
<p>Akhir minggu ketiga, kami pergi dokter. Aku ingin tahu, perkembangan istriku, juga efektifitas SEFT. Ternyata perjuanganku menemui basil. Hasil laboratorium menunjukkan, kanker istri turun jadi stadium satu. Tinggal sekitar 20 persen saja.</p>
<p>Mungkin memang lewat Tuhan memberikan kesembuhan istriku. Sepulang dari rumah sakit, aku lanjut tapping rutin. Aku hanya berharap, ia semakin membaik. Meski tidak bisa persis seperti sedia kala. Setidaknya, lebih dari kemarin. Itu sudah sangat melegakanku.</p>
<p><em>  Soegeng Soeprapto</em></p>
<p>Sumber: Negri Para Sefter</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/kanker-rahim.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alergi AC</title>
		<link>http://terapiseft.com/alergi-ac.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/alergi-ac.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 13:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Sejak kecil aku termasuk gadis bengal yang sulit mempercayai sesuatu. Aku selalu butuh bukti untuk meyakini. Tapi ketika sudah yakin dengan kebenarannya, biasanya aku akan mempertahankan dari berbagai serangan. Itu pasti. Begitu juga ketika belajar SEFT. Skeptis, itu perasaan yang &#8230; <a href="http://terapiseft.com/alergi-ac.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak kecil aku termasuk gadis bengal yang sulit mempercayai sesuatu. Aku selalu butuh bukti untuk meyakini. Tapi ketika sudah yakin dengan kebenarannya, biasanya aku akan mempertahankan dari berbagai serangan. Itu pasti. Begitu juga ketika belajar SEFT. <span id="more-331"></span>Skeptis, itu perasaan yang muncul ketika mendengar pemaparan Guru Para SEFTer. Antara percaya, aneh juga ragu. Karena perasaan yang bercampur dan bertabrakan itu, aku hanya diam selama dua bulan setelah mempelajari teori SEFT. Aku tetap tergantung pada obat ketika sakit, juga ramuan tolak angin ketika masuk angin.</p>
<p>Siang itu, rupanya Tuhan menuntunku untuk mau tidak mau mencoba teknikSEFT. Aku alergi AC. Padahal waktu itu aku harus bertahan seharian di sebuah ruangan ber &#8211; AC. Tubuhku sudah panas dingin. Dan ulu hatiku juga seperti ditusuk-tusuk. Dengan sangat ragu aku mencoba tapping. Tanganku terasa berat melakukan gerakan-gerakan teknik itu. Tapi aku tidak dihadapkan pada banyak pilihan.</p>
<p>Sebenarnya keraguan yang sangat adalah aku takut tidak berhasil. Karena jika sekali gagal, biasanya aku tidak akan mencoba lagi. Bahkan akan meninggalkan teknik ini. Padahal aku tahu teknik ini ‘secara teori bagus dan sangat masuk akal. Dengan sangat berat, aku coba tapping. Dengan perasaan tak menentu, satu putaran berlalu. Tiba- tiba tubuhku berangsur normal dengan cepat. Dan aku merasa hangat. Aku termangu. Hei, aku sembuh. Yah, atas ijin Tuhan, aku tahan di ruangan ber-AC seharian! Wow!</p>
<p>Rasa tidak tahan pada udara dingin atau AC aku alami sejak kecil. Dan itu sangat menyiksa. Karena sejak kuliah sering mengikuti pelatihan yang ruangannya ber-AC. Setiap kali akan berangkat pelatihan, aku selalu dihantui rasa takut kedinginan. Dan itu berlangsung belasan tahun. Aku juga selalu jatuh sakit setiap usai pelatihan atau acara di ruangan ber-AC.</p>
<p>Tapi sejak siang itu, aku menemukan cara baru mengatasi masalahku. Karena hingga bulan ke enam pasca tapping sekali putaran itu, aku tak lagi mengalami kedinginan di ruang AC, meskipun harus tinggal berjam-jam.</p>
<p>Siang itu juga menjadi titik awal menerapkan teknik SEFT pada berbagai kasus orang-orang di sekitarku. Yang pasti, sekarang ini aku semacam kecanduan tapping. Kalau sehari gak <em>napping</em> orang rasanya hidupku tidak lengkap. Karena, aku justru merasa lebih sehat ketika sering <em>napping</em> orang. Apalagi kalau sampai nine gamut procedur, emosiku jadi ikut stabil.</p>
<p><em>Anonim</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Set Up:</strong></p>
<p>Ya Allah, meskipun saya kedinginan di ruang ber-AC, padahal saya harus bertahan di sini hingga sore, aku ikhlas menerima kedinginan saya ini, dan aku pasrahkan kesembuhan badan saya kepada-Mu.</p>
<p>Sumber: Negri Para Sefter</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/alergi-ac.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

