<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Terapi SEFT &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://terapiseft.com/category/uncategorized/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://terapiseft.com</link>
	<description>SEFT - Spiritual Emotional Freedom Technique - Solusi Masalah Fisik dan Psikis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 08:32:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Buku SEFT Tersedia</title>
		<link>http://terapiseft.com/buku-seft-tersedia.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/buku-seft-tersedia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 03:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pembaca yang belum kebagian buku SEFT, Alhamdulillah saat ini buku SEFT sudah ada. Segera pesan karena persediaan terbatas. SMS ke 085645400383. Buku SEFT karya founder SEFT A. Faiz Zainuddin berisi: Sejarah singkat SEFT Sains di balik SEFT Cara melakukan &#8230; <a href="http://terapiseft.com/buku-seft-tersedia.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi pembaca yang belum kebagian buku SEFT, Alhamdulillah saat ini buku SEFT sudah ada. Segera pesan karena persediaan terbatas. SMS ke 085645400383.<span id="more-401"></span></p>
<p>Buku SEFT karya founder SEFT A. Faiz Zainuddin berisi:<img title="Buku SEFT" src="http://terapiseft.com/wp-content/uploads/2011/05/buku-266x300.jpg" alt="Buku SEFT" width="266" height="300" /></p>
<ol>
<li>Sejarah singkat SEFT</li>
<li>Sains di balik SEFT</li>
<li>Cara melakukan SEFT</li>
<li>Kunci keberhasilan SEFT</li>
<li>Jika tidak berhasil, apa yang dapat anda lakukan</li>
<li>Penghambat keberhasilan SEFT dan cara mengatasinya</li>
<li>SEFT untuk penyembuhan</li>
<li>SEFT untuk masalah fisik dan emosi</li>
<li>SEFT untuk anak</li>
<li>SEFT jarak jauh</li>
<li>SEFT for succes and happiness</li>
<li>Tanya jawab tentang SEFT</li>
<li>Penelitian tentang SEFT</li>
</ol>
<p>Bonus: DVD SEFT in Action<br />
Harga : <strong>Rp. 225.000,-</strong>  <em>(termasuk ongkos kirim pulau jawa)</em><br />
Tebal 290 halaman, kertas art paper, full color.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/buku-seft-tersedia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stok Buku Terbatas</title>
		<link>http://terapiseft.com/stok-buku-terbatas.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/stok-buku-terbatas.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 08:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa bulan buku SEFT tidak tersedia, kini buku SEFT ada dalam jumlah yang sangat terbatas. Buku karya founder SEFT A. Faiz Zainuddin ini berisi antara lain: Sejarah singkat SEFT Sains di balik SEFT Cara melakukan SEFT Kunci keberhasilan SEFT &#8230; <a href="http://terapiseft.com/stok-buku-terbatas.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa bulan buku SEFT tidak tersedia, kini buku SEFT ada dalam jumlah yang sangat terbatas.</p>
<p>Buku karya founder SEFT A. Faiz Zainuddin ini berisi antara lain:</p>
<ol>
<li>Sejarah singkat SEFT</li>
<li>Sains di balik SEFT</li>
<li>Cara melakukan SEFT</li>
<li>Kunci keberhasilan SEFT</li>
<li>Jika tidak berhasil, apa yang dapat anda lakukan</li>
<li>Penghambat keberhasilan SEFT dan cara mengatasinya</li>
<li>SEFT untuk penyembuhan</li>
<li>SEFT untuk masalah fisik dan emosi</li>
<li>SEFT untuk anak</li>
<li>SEFT jarak jauh</li>
<li>SEFT for succes and happiness</li>
<li>Tanya jawab tentang SEFT</li>
<li>Penelitian tentang SEFT</li>
</ol>
<p>Bonus: DVD SEFT in Action<br />
Harga : <strong>Rp. 225.000,-</strong>  <em>(termasuk ongkos kirim)</em><br />
Tebal 290 halaman, kertas art paper, full color.</p>
<p>n.b:<br />
Buku SEFT hanya tinggal <strong>10 exemplar</strong>. Segera pesan dengan sms ke 085645400383.<br />
Pengiriman buku setiap hari Selasa dan Jum&#8217;at</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/stok-buku-terbatas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phobia Benang</title>
		<link>http://terapiseft.com/phobia-benang.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/phobia-benang.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 05:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Pemahkah anda bertemu dengan orang yang phobia benang? Atau minimal, mendengar cerita tentang phobia itu? Jika belum pernah, saya akan berbagi pengalaman hidup saya. Yang bagi orang-orang dekat saya, cukup menggelikan. Menggelikan, karena saya phobia dengan benda sepele dan sama &#8230; <a href="http://terapiseft.com/phobia-benang.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemahkah anda bertemu dengan orang yang phobia benang? Atau minimal, mendengar cerita tentang phobia itu? Jika belum pernah, saya akan berbagi pengalaman hidup saya. Yang bagi orang-orang dekat saya, cukup menggelikan. Menggelikan, karena saya phobia dengan benda sepele dan sama sekali tidak menakutkan, benang!<span id="more-238"></span></p>
<p>Setiap kali saya melihat benda itu, dada saya berdesir, ngilu. Rasanya, ‘mak sring!” Dan rasa itu, membelenggu saya. Selama 30 tahun. Kenangan pahit tentang seutas benang, mungkin tidak begitu mengganggu aktifitas keseharian, tapi akan lebih nyaman jika itu hilang. Sehingga terasa ringan.</p>
<p>Dan sekarang, ketakutan atau orang menyebutnya phobia benang itu, tinggal kenangan. Karena dalam waktu yang relatif cepat, ketakutan itu sirna. Bahkan saya jadi agak jail untuk mengulum-ngulum benang. Hehehe&#8230;</p>
<p>Ceritanya begini, waktu masih kecil, saya suka bermain laying-layang. Tempat favorit saya adalah di atas genting ketika siang bolong. Panas memang, tapi nikmat! Nah, suatu siang, karena sama-sama ingin bermain laying-layang, kakak menyusul ke atas genting. Tapi kakak datang membawa masalah. Karena benang laying-layang yang ia miliki pendek, sehingga saya bisa menduga apa yang akan dilakukan. Yah, ia akan meminjam benang, padahal saya juga memnbutuhkannya.</p>
<p>Setelah berfikir dan menimang-nimang benang, saya rasa benang itu masih cukup untuk menerbangkan laying-Iayang, meski harus berbagi. Karena tidak membawa gunting, saya memotong benang itu dengan gigitan. Tapi, rupanya kakak tidak sabar, dengan cepat kakak menarik benang itu dari samping. Sontak, saya kaget dan menoleh. Dan dalam waktu singkat, deretan gigi putih terlewati seutas benang layang-layang yang ditarik dengan keras. Tarikan itu menimbulkan rasa ngilu. Untung saja, kedua bibir saya selamat dari kejadian itu. Hih!!</p>
<p>Nah, pas pelatihan SEFT, saya sempatkan untuk mencoba. Siapa tahu bisa sembuh. Dan ternyata, kesembuhan itu datang dengan mudah. Padahal urusan phobia, kebanyakan SEFTeR mengaku bukan hal mudah untuk ditangani. Tapi, itulah kehendak Tuhan. Hanya dalam lima menit, phobia itu lenyap.</p>
<p>Prosesinya cukup mendebarkan. Jadi saya diminta memegang benang biasa, bukan benang laying-layang, dengan dua tangan pada jarak satu bentangan tangan. Lalu memasuki Set Up, saya mulai ditapping dan perlahan diintruksi untuk mendekatkan benang ke arah mulut. Awalnya saya ragu, tapi tetap saya coba.</p>
<p>Hasilnya, hanya dalam waktu lima menit saya sudah berani menggigit benang, bahkan mengulumnya. Hehe, jadi manusia pemakan benang <em>dech</em>.</p>
<p>Kalau bahasa orang-orang keren yang biasa menerapkan berbagai ilmu phobia, proses tapping saya itu biasa disebut, five minute phobia cuer.</p>
<p><em> Chairul Anwar</em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Set Up:</strong></p>
<p>Ya Allah, meskipun saya takut pada benang karena kejadian buruk di waktu kecil, yakni kakak menarik benang laying-layang dari mulut saya, saya ikhlas menerima ketakutan saya, dan saya pasrahkan keberanian hati saya kepada-Mu.</p>
<p>Sumber: Negri Para Sefter</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/phobia-benang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepedihan dan Kebahagiaan Terdalam</title>
		<link>http://terapiseft.com/kepedihan-dan-kebahagiaan-terdalam.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/kepedihan-dan-kebahagiaan-terdalam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 02:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini tulisan Pak A. Faiz Zainuddin Founder SEFT (Spiritual Emational Freedom Technique) tentang keluarga mudah-mudahan bisa mewujudkan bulan madu kedua, ketiga keempat dst. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Our Deepest Pain &#38; Highest Happiness Always Come from Home Judul diatas saya kutip dari &#8230; <a href="http://terapiseft.com/kepedihan-dan-kebahagiaan-terdalam.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini tulisan Pak A. Faiz Zainuddin Founder SEFT (Spiritual Emational Freedom Technique) tentang keluarga mudah-mudahan bisa mewujudkan bulan madu kedua, ketiga keempat dst.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<span id="more-210"></span></p>
<p><strong>Our Deepest Pain &amp; Highest Happiness Always Come from Home </strong></p>
<div>
<p>Judul diatas saya kutip dari buku tentang keluarga paling laris sepanjang sejarah : The 7 Habits of Highly Effective Family dari Stephen Covey. Dalam puluhan kali training saya bertanya pada audience, benarkah statement diatas, kebanyakan dari mereka setuju. maka kalau memang kita serius membahas kebahagiaan, &#8220;keluarga&#8221; adalah salah satu bidang yg harus kita kuasai. Dan Family, marriage and human development adalah bidang study yg saya geluti jauh sebelum saya menemukan SEFT.</p>
<p>Kemarin saya baru melihat ceramah Dr. John Gottman, peneliti utama dalam masalah hubungan perkawinan. Ceramah ini memberi saya banyak pencerahan, karena itu mau saya sharekan disini.</p>
<p>Dr. Gottman sangat istimewa karena telah melakukan penelitian selama 33 tahun lebih pada lebih dari 3000 pasangan. Dia pula yg mendirikan LOVE LAB (TM), laboraturium cinta di university of washington.Laboraturium ini sebenarnya adalah sebuah resort di depan pantai yg sangat indah, dimana para pasangan (sebagian dari mereka pengantin baru) dipersilahkan tinggal beberapa minggu dan menikmati hari2nya disana. tapi disitu dipasang 4 kamera CCTV atas sepengetahuan pasangan tersebut, dan dibalik dinding resort itu, para peneliti mengobservasi interaksi dan pola komunikasi para pasangan ini.</p>
<p>Hebatnya, dari pengalaman 33 tahun dengan 3000 pasangan yg diamati itu (beberapa bahkan diamati perkembangan hubungan perkawinan mereka selama 20 tahun terakhir), Dr. Gottman dan rekan2nya, bisa memprediksi dengan ketepatan lebih dari 90%, apakah pasangan tersebut akan hidup bahagia atau bersama tapi menderita, atau akan bercerai (bahkan bisa diprediksi, kira2 akan bercerai pada tahun keberapa)</p>
<p><strong>Dan inilah temuan2 menarik dari research Dr. Gottman dkk:</strong></p>
<p>1. Pasangan yg bertahan lama dan bahagia adalah pasangan yg jumlah Komentar Positif terhadap pasangannya minimal 5x jumlah komentar negatifnya (misalnya: 5x memuji : 1x mengkritik)</p>
<p>2. pasangan akan bercerai jika jumlah kritikan : pujian = 1 : 0,8 (jadi kalau jumlah kritikan dibanding jumlah pujian anda pada pasangan 5:4, bisa diprediksi dengan ketepatan 90% anda akan bercerai dengan pasangan, atau minimal tetap bersama tapi menderita seumur hidup perkawinan anda, naudzubillahi min dzalik). dan jika kritikannya 5x lebih banya dari pujiannya, ya silahkan disimpulkan sendiri</p>
<p>3. Ada 4 hal yang paling bisa memprediksikan perceraian atau penderitaan dalam perkawinan;</p>
<p>a. <strong>Criticism</strong>: suka mengkritik dan menyalahkan pasangan (kamu ini&#8230;..negatif). lawan dari suka mengkritik bukannya &#8220;diam&#8221;, (bahkan &#8220;silent conflict&#8221; alias memendam kemarahan adalah the No.1 predictor of divorce). pasangan yg bahagia, kalau sedang tidak suka dengan tindakan pasangannya, tidak mengkritik, tetapi bicara seperti ini: saya merasa&#8230;. saya berharap&#8230;. jadi bukan kamu itu ya&#8230;. kamu ini memang&#8230;.mereka fokus pada apa yg mereka rasakan, apa harapan mereka, dst, bukan menyerang pasangannya dengan kritikan pedas</p>
<p>b. <strong>Defensive</strong>: pasangan yg bercerai, kalau ada konflik cenderung defensif. ada dua cara untuk defensif, pertama dengan &#8220;menyerang balik&#8221;, (enak aja kalau ngomomong, kamu kan juga begitu,,,,,) yg kedua dngan &#8220;mengasihani diri&#8221; (ya sudah, memang aku ini tidak becus). pasangan yg bahagia, kalau sedang bertikai, &#8220;mengambil tanggung jawab&#8221; (oh, gitu ya, rupanya selama ini aku tidak merasa kalau perhatianku mulai berkurang padamu, maafkan aku ya, besok kita romantic dinner deh..)</p>
<p>c. <strong>Disrespect &amp; Contentment </strong>: merasa diri lebih superior dibanding pasangan, karena itu jadi tidak menghormati pasangannya. awalnya cuman dihati, akhirnya muncul dalam ucapan ketika sedang dalam konflik. (dasar memang pemalas, dasar suami ndak bertanggung jawab, emang kamu ini istri ndak becus&#8230;) and by the way my friend, dari 4 prediktor utama perceraian, inilah yg paling berbahaya. Pasangan yg bahagia sebaliknya, memiliki kekaguman tertentu pada pasangannya. (kalau memang pada pasangannya secara objektif tidak ada yg layak dikagumi, dia tetap memiliki &#8220;positive illusion&#8221; tentang pasangannya. pasangan yg langgeng pandai dalam memelihara kekaguman, rasa respek dan apresiasi pada pasangannya (suka mengucapkan terimakasih dan pujian)</p>
<p>d. <strong>Stonewalling</strong> : pasangan yg bercerai atau menderita biasanya bersikap &#8220;acuh tak acuh&#8221; pada pasangannya, alias cuek, tidak menggubris dan menarik diri dalam hubungan. pasangan yg bahagia selalu memelihara ketertarikan pada pasangannya.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/kepedihan-dan-kebahagiaan-terdalam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

