<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Terapi SEFT</title>
	<atom:link href="http://terapiseft.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://terapiseft.com</link>
	<description>SEFT - Spiritual Emotional Freedom Technique - Solusi Masalah Fisik dan Psikis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 08:32:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>SEFT Bisa Menolong Banyak Orang</title>
		<link>http://terapiseft.com/seft-bisa-menolong-banyak-orang.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/seft-bisa-menolong-banyak-orang.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 06:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini testimoni dari: Bagus Iswiratmoko Terima kasih kepada Tuhan yang telah membimbing saya sehingga dapat berkenalan dengan SEFT yang kita cintai ini. Sedikit kilas balik penglaman saya kebelakang yang nanti pada akhirnya saya mendukung penuh adanya SEFT ini. Sudah &#8230; <a href="http://terapiseft.com/seft-bisa-menolong-banyak-orang.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini testimoni dari: Bagus Iswiratmoko</p>
<p>Terima kasih kepada Tuhan yang telah membimbing saya sehingga dapat berkenalan dengan SEFT yang kita cintai ini. Sedikit kilas balik penglaman saya kebelakang yang nanti pada akhirnya saya mendukung penuh adanya SEFT ini. Sudah sejak sekolah SMA kira-kira tahun 1988 saya selalu dimintai tolong orang lain. dan saya membantu mereka dengan berbagai cara. Saya bersyukur karena banyak yang berhasil saya ditangani saat itu. <span id="more-437"></span>Menjelang tahun 2011 pikiran dan hati saya tertuju pada EFT, kemudian saya mencarinya di internet. Secara tidak sengaja saya menemukan SEFT sampai saya download youtube-nya, mencari bukunya dan mempelajarinya. Kemudian  saya praktekan ke lingkungan keluarga saya. Hasilnya memuaskan buat saya untuk terus melanjutkan menolong orang lain.</p>
<p>Walaupun saya belum pernah mengikuti training2-nya (mungkin memang sedikit terbentur biaya) saya sangat tertarik dengan metode SEFT ini, karena memang tingkat keberhasilannya begitu cepat &amp; nyata. Saya telah membuktikan sendiri dan sudah banyak orang lain yang meminta tolong kepada saya mulai dari terapi rokok, mingrain, sakit kepala, sakit gigi, latah, fobia, terkilir, jantung, maag dll. Sekarang saya dihadapkan dengan orang yang mengalami penyakit &#8220;lupus&#8221;. Walaupun kadang timbul sedikit keraguan, saya tetap harus mencobanya.</p>
<p>Saya selalu ingat akan pesan beliau (pak Faiz) untuk dicoba dalam segala hal, lagi pula saya selalu berfikir &#8220;ah, sekalian terus belajar dan mengasah ilmu SEFT ini. toh keberhasilan atas kesembuhan ini semua adalah ijinNYA&#8221;. Dan saya menjadi terus berani untuk melanjutkannya .</p>
<p>Oh ya, saya memang tidak memungut biaya dari sini. Bagi saya, saya sudah sangat berterima kasih pada mereka yang telah meminta bantuan dari saya, karena dengan begitu saya bisa terus belajar &amp; praktek tanpa harus mencari-cari orang yang ingin menjadi bahan percobaan saya. Saya memang terlihat membantu mereka, padahal sebaliknya merakalah yang telah banyak membantu saya (maaf &amp; terima kasih kepada semuanya).</p>
<p>Saya sangat berkeinginan untuk dapat bergabung dikeluarga besar SEFT  ini. Saat ini saya sedang mengumpulkan biaya untuk bisa ikut training sehingga bisa bergabung dengan keluarga besar SEFT ini. semoga cepat bisa terlaksana. Amin.</p>
<p>Lewat tulisan ini saya memohon maaf karena tanpa seijin keluarga besar ini saya telah berani untuk membantu orang lain dengan menggunakan SEFT dan lewat tulisan ini pula saya memohon ijin untuk dapat melanjutkan membantu orang lain dengan menggunakan SEFT.</p>
<p>Terima kasih Tuhan telah memperkenalkan SEFT ini kepada saya.<br />
Salam SUKSES untuk semua SEFTer&#8230;!!! terus bergaung dan berjayalah SEFTer Indonesiku&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/seft-bisa-menolong-banyak-orang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEFT on RCTI</title>
		<link>http://terapiseft.com/seft-on-rcti.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/seft-on-rcti.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 05:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe width="640" height="480" src="http://www.youtube.com/embed/WvhIhWQo-J0?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/seft-on-rcti.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KUNCI KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA</title>
		<link>http://terapiseft.com/kunci-kebahagiaan-rumah-tangga.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/kunci-kebahagiaan-rumah-tangga.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 06:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Mengulas tentang fenomena rumah tangga, saya yakin pasti selalu menarik. Pasalnya, selain setiap orang pada akhirnya akan berumah tangga, dan dalam berkeluarga selalu menghadirkan ragam problematika yang bagi sebagian orang, membutuhkan solusi yang tidak mudah. Bahkan bersifat dilematis. Karena itu, setefah &#8230; <a href="http://terapiseft.com/kunci-kebahagiaan-rumah-tangga.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Mengulas tentang fenomena rumah tangga, saya yakin pasti selalu menarik. Pasalnya, selain setiap orang pada akhirnya akan berumah tangga, dan dalam berkeluarga selalu menghadirkan ragam problematika yang bagi sebagian orang, membutuhkan solusi yang tidak mudah. Bahkan bersifat dilematis. Karena itu, setefah edisi sebelumnya yang juga mengulas soal-soal rumah tangga, kali in saya kembali mengangkat fenomena satu ini.<span id="more-431"></span></p>
<p>Saya pribadi, memiliki beberapa alasan kenapa soal-soal rumah tangga sangat penting dibahas. Pertama, karena kebahagiaan kita yang tertinggi sekaligus penderitaan batin kita yang terdalam selalu datang dari rumah. Kalau kita menghadapi masalah di tempat kerja atau di pergaulan sosial, sakit hatinya tidak terlalu dalam dibanding kalau kita punya masalah dengan suami/istri dan anak/orang tua.</p>
<p>Sebaliknya, kalau rumah tangga kita tentram, penuh kasih dan cinta dan keceriaan, maka tidak ada kesenangan di tempat lain yang bisa menandingi kebahagiaan yang kita temukan dalam keluarga yang harmonis. Jadi penting sekali kita punya pengetahuan &amp; ketrampilan yang memadai dalam mengelola perkawinan dan rumah tangga ini, jika kita memang ingin bahagia.</p>
<p>Alasan kedua, karena kebahagiaan dalam perkawinan dan keluarga itu tidak datang begitu saja. Jangan pernah berpikir “Godaan beg itu banyak dan dahsyat, pekerjaan begitu bikin stress. Anak-anak semakin sulit dikendalikan, komitment pernikahan semakin rendah dan kita semakin kekurangan teladan positif. Jadi kalau kita punya skap <em>go with the flow</em>. Ikut arus saja, maka berhati-hatilah.” pokoknya sudah nikah. Sudah begitu kita jalani saja, nanti otomatis akan bahagia.</p>
<p>Kalau memang ini yang terjadi, maka angka perceraian di negara kita dan bahkan di seluruh dunia tidak meningkat drastis dalam beberapa dekade belakangan ini. Jadi kalau mau membangun keluarga yang kokoh dan bahagia, diridhoi Allah dan membawa berkah untuk umat, kita harus sungguh-sungguh memperjuangkannya. Memperjuangkan itu artinya kita harus:</p>
<p>Bertekad untuk dengan sungguh-sungguh mau membangun keluarga yang kuat &amp; bahagia, strong and happy family.</p>
<p>Belajar bagaimana caranya memiliki rumah tangga yang seperti itu — belajar dari literatur agama, belajar dan penelitan para ahli masalah keluarga dan belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman dan terbukti keluarganya memang ok.</p>
<p>Melakukan yang dipelajari itu dengan sepenuh hati, istiqomah, dan sepenuh keikhlasan. Kalo mau nyetir mobil saja kita harus belajar dulu dan ambil SIM, mau kerja kita sekolah dulu bertahun, maka mestinya dengan tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi, untuk mengarungi bahtera rumah tangga kita mestinya juga harus belajar dulu, dan ambil SIM (surat ijin menikah) dulu. Kalau “asal dijalani aja”, ya jangan heran kalau baru menikah udah ruwet urusannya, menderita berkepanjangan atau bahkan bercerai, <em>naudzubillahi min dzalik.</em></p>
<p><em>Ketiga</em>, karena lingkungan di sekitar kita dan dunia ini makin lama makin tidak family friendly. Karena itu, jangan bandingkan jaman kita sekarang ni dengan jaman ayah-ibu kita dulu.</p>
<p>Zaman dulu lingkungan sosialnya sangat “pro-family”. Kita nggak pake banyak belajar-pun keluarga kita aman-aman saja and asyik-asyik aja. Tetapi zaman sekarang? Kalau kita punya sikap yang sama seperti itu, maka bakal dimakan habis arus sosial yang makin lama makin tidak family friendly. Lihat saja di televisi, koran, internet dan lingkungan disekitar kita. Godaan begitu banyak dan dahsyat, pekerjaan begitu bikin stress, anak-anak semakin sulit dikendalikan, komitmen pernikahan semakin rendah dan kita semakin kekurangan teladan positif. Jadi kalau kita punya sikap <em>go with the flow</em>. Ikut arus saja, maka berhati-hatilah, karena tidak seperli dulu.</p>
<p>Pasalnya, “flow”nya kebayakan menuju surga, sekarang “flow”nya ini banyak yang menuju neraka. Kita harus buat arus kita sendiri, yang kadang-kadang bahkan melawan arus untuk selamat dan menemukan kebahagiaan kita. Ingat, “hanya ikan mati, yang berenang mengikuti arus”.</p>
<p>Ahmad Faiz Zainuddin<br />
Sumber: majalah Al Madinah</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/kunci-kebahagiaan-rumah-tangga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sembuh dari Sakit Punggung Menahun</title>
		<link>http://terapiseft.com/sembuh-dari-sakit-punggung-menahun.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/sembuh-dari-sakit-punggung-menahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 07:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang punya problem beratnya masing-masing. Dengan cara penyelesaian yang juga tak sama. Tak terkecuali Monika Putri Dewi, Sefter angkatan 81. Salah satu caranya menemukan solusi atas problem yang dia simpan dengan cara mengikuti beragam seminar dan training. Namun dan &#8230; <a href="http://terapiseft.com/sembuh-dari-sakit-punggung-menahun.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang punya problem beratnya masing-masing. Dengan cara penyelesaian yang juga tak sama.</p>
<p>Tak terkecuali Monika Putri Dewi, Sefter angkatan 81. Salah satu caranya menemukan solusi atas problem yang dia simpan dengan cara mengikuti beragam seminar dan training. Namun dan sekian seminar dan training, belum satu pun yang membuatnya punya jawaban. Dia pun apatis terhadap seminar dan training.<span id="more-422"></span></p>
<p>Karena itu, ketika suatu saat dia mendengarkan tentang training SEFT di radio Suara Surabaya, ia tak begitu respek.</p>
<p>Tetapi pikiran itu kemudian berganti penasaran kala disebutkan bahwa SEFT juga terdapat materi healing.</p>
<p>Saya berpikir kok ada healingnya? Apa maksudnya?” imbuh mahsiswa Himerko ITS ini.</p>
<p>Apalagi kebetulan, selain ingin belajar cara pemecahan masalah, dia pun mengidap penyakit punggung yang bertahun, dan tak sembuh-sembuh. “Saya sudah mencoba banyak pengobatan, termasuk medis. Tapi belum ada hasilnya. Karenanya, saya akhirnya mencoba ikut training SEFT,” terang aktivis HIMATEKTRO ITS (Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro ITS).</p>
<p>Bermodal rasa penasaran dan tekat sembuh, monika pun mengikuti perview-Nya. Setelah perview, justru dirinya tambah mantap untuk benar-benar mendaftar trainingnya. Saat training, Monika diterapi oleh Roni, salah satu staf logos. Ketika diterapi bukannya sembuh, penyakit punggungnya yang semula tidak kambuh, justru kumat.</p>
<p>“Saya heran dan bingung. Diterapi kok malah kumat. Padahal sebelumnya tidak”’ cetus monika</p>
<p>Setelah terus dituntun dalam terapi, sakit punggung Monika akhirnya hilang. Menurut Monika, kesembuhan tersebut telah menyadarkannya tentang hakikat memaafkan.</p>
<p>“Saya dibilangin dan dijelaskan mas Faiz, tentang ikhlas memaafkan. Ternyata ketika saya benar-benar ikhlas, sakit punggung saya hilang!”</p>
<p>Dan peristiwa terapi itu, Monika baru sadar. Bahwa selama ni telah salah paham tentang ikhlas memaafkan.</p>
<p>“Dulu saya bilang ikhlas memaafkan. Padahal dalam hati saya masih tumbuh sisa dendam dan benci. Saya sangat puas, dan bersyukur atas kesadaran ini. Mungkin karena rasa tidak memaafkan itulah, muasal sakit saya,” jelas Monika haru.</p>
<p>Sumber: Majalah Al Madinah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/sembuh-dari-sakit-punggung-menahun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEFT Cocok untuk Keharmonisan Rumah Tangga</title>
		<link>http://terapiseft.com/seft-cocok-untuk-keharmonisan-rumah-tangga.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/seft-cocok-untuk-keharmonisan-rumah-tangga.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 04:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Untuk para pengantin baru, atau bagi yang baru berumah tangga perlu mengikuti training SEFT. Ungkapan ni diucapkan Kasman Haroy, Kordinator Pembimbing Siswa di Sekolah perwira, Pusat Latihan dan Penddikan Dasar Kemiliteran (Puslatdik sarmil) Juanda. Pasalnya, seperti dijelaskan oleh Kasman, materi &#8230; <a href="http://terapiseft.com/seft-cocok-untuk-keharmonisan-rumah-tangga.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center">Untuk para pengantin baru, atau bagi yang baru berumah tangga perlu mengikuti training SEFT.</p>
<p>Ungkapan ni diucapkan Kasman Haroy, Kordinator Pembimbing Siswa di Sekolah perwira, Pusat Latihan dan Penddikan Dasar Kemiliteran (Puslatdik sarmil) Juanda. Pasalnya, seperti dijelaskan oleh Kasman, materi SEFT tentang keluarga polanya begitu aplikatif.<span id="more-419"></span></p>
<p>“Makanya, saya menyarankan bagi pengantin muda untuk mengikuti training SEFT. Kupasan SEFT begitu gamblang membahas berbagai fenomena dalam rumah tangga, dan penyelesainnya yang simpel,” terang Kasman. a sendiri mengaku sudah merasakan efeknya bagi keharmonisan rumah tangga.</p>
<p>Dan segi teknik healing, Kasman punya pengalaman unik. Salah seorang siswanya mengaku sedang sakit. Padahal, dia sedang mengikuti program dasar militer. Jika tidak mengikutinya, sang siswa bisa mengalami DO.</p>
<p>“Dia bilang, dadanya sakit hingga tembus belakang, merasa gelisah, dan ngerasa nggak bakalan bisa mengikuti program. Kemudian, saya tawari, mau nggak saya terapi? Saya pun melakukan terapi”, kisah kasman</p>
<p>&#8220;Pada set up ketiga, siswa tersebut tiba-tiba berlinang air mata. Dua putaran ternyata dia sudah merasa lebih nyaman. Karena itu saya ulang satu kali lagi, sekitar 5-7 menit. Besoknya dia bilang sudah tak ada masalah,” tutur kasman</p>
<p>Sebelum ikut training, Kasman pernah mengalami tangan patah sehingga harus dioperasi. Setelah dioperasi, bekas jahitannya ternyata masih terasa sakit. Kemudian saya datang pada preview seft. Alhamdulillah, setelah diterapi sakitnya hilang. Saya lalu memutuskan ikut training SEFT total solution,” pukasnya.(*)</p>
<p><em>Kasman Haroy</em><br />
<em>Sumber: Majalah Almadinah </em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/seft-cocok-untuk-keharmonisan-rumah-tangga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Phobia Badut di-SEFT aja</title>
		<link>http://terapiseft.com/pobhia-badut-di-seft-aja.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/pobhia-badut-di-seft-aja.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 03:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih SEFT&#8230;anakku sudah tidak takut badut lagi. Ceritanya begini, di Indomart seberang rumahku biasanya kalau malam minggu ada badut promo, dan anakku takut ke sana kalau ada badutnya. Kemudian aku coba terapi SEFT 2 seri. Hasilnya belum tampak setelahnya. &#8230; <a href="http://terapiseft.com/pobhia-badut-di-seft-aja.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih SEFT&#8230;anakku sudah tidak takut badut lagi.</p>
<p>Ceritanya begini, di Indomart seberang rumahku biasanya kalau malam minggu ada badut promo, dan anakku takut ke sana kalau ada badutnya. Kemudian aku coba terapi SEFT 2 seri. Hasilnya belum tampak setelahnya.</p>
<p>Aku baru tahu hasilnya setelah sekitar 2 bulan setelah itu, kami sekeluarga rekreasi ke Candi Prambanan, di sana ada badut Dora dan Winnie the Pooh, dan&#8230;mengejutkan! dia minta difoto bareng badut-badut itu tanpa takut-takut.<span id="more-411"></span></p>
<p>Subhanallah&#8230;terima kasih SEFT&#8230;ini aku kirimkan foto anakku bersama badutnya&#8230;</p>
<div id="attachment_412" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://terapiseft.com/pobhia-badut-di-seft-aja.html/sembuh-dari-pobia-badut" rel="attachment wp-att-412"><img class="size-medium wp-image-412" title="Horee! Gak takut sama badut Lagi" src="http://terapiseft.com/wp-content/uploads/2012/01/sembuh-dari-pobia-badut-300x200.jpg" alt="Horee! Gak takut sama badut Lagi" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Horee! Gak takut sama badut Lagi</p></div>
<p>oleh: Siti Aisyah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/pobhia-badut-di-seft-aja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ampuh Meski Hanya dalam Hati</title>
		<link>http://terapiseft.com/ampuh-meski-hanya-dalam-hati.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/ampuh-meski-hanya-dalam-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 01:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimoni SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Mulanya, Sri Gunani, tidak terialu tertarik mengikuti training SEFT Total Solution. Menurutnya, tak ada alasan spesifik yang mengharuskannya untuk ikut training penyembuhan holistik EFT berbasis spritualitas tersebut. Ia justru mengenal dan belajar banyak mengenai teknik SEFT dari suami. “Suami bahkan &#8230; <a href="http://terapiseft.com/ampuh-meski-hanya-dalam-hati.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Mulanya, Sri Gunani, tidak terialu tertarik mengikuti training SEFT Total Solution. Menurutnya, tak ada alasan spesifik yang mengharuskannya untuk ikut training penyembuhan holistik EFT berbasis spritualitas tersebut. Ia justru mengenal dan belajar banyak mengenai teknik SEFT dari suami.<span id="more-408"></span></p>
<p>“Suami bahkan sudah punya VCD-nya. Bahkan temen yang saya share tentang seft, malah ikut preview-nya duluan,” tutur dosen ITS kelahiran Semarang, 31 Mei 1966 itu sambil tertawa pendek.</p>
<p>Namun, pikirannya tiba-tiba berubah manakala terdapat salah seorang kerabatnya memiliki problem yang bersifat psikis dan keluarga.</p>
<p>“Nah, dari situlah saya jadi tergugat untuk mengikuti trainingnya. Saya pikir ini penting. Saya ingin membantu penyelesaiannya, apalagi saya sudah banyak tahu SEFT dan suami. Jadi, siapa tahu justru bisa banyak membantu?” terangnya.</p>
<p>Maka, ia pun mendaftar training SEFT pada SEFT Spesial Class. Selanjutnya, karena keinginannya menjadi alumni dan menguatkan pengetahuannya tentang SEFT, Sri juga mendaftar pacla trainingnya yang non spesial class.</p>
<p>Apalagi, ketika penyakit Pusing akut yang selama ini menderanya ikut-ikutan sembuh.</p>
<p>“Saya punya penyakit pusing.  Agar tidak kambuh, saya selalu ( membawa obat peredanya) ke mana saya pergi. AIhamdulillah penyakit ini ternyata bisa sembuh,”  kisah Gunani. Ceritanya, dia lupa membawa obat pereda pusing yang biasa dia bawa.</p>
<p>“Nah, saat itu pusing saya kambuh. Saya bingung banget, soalnya kan saya tidak bawa obatnya. Karena sudah nggak ada pilihan lain, lalu saya coba tapping. Ndilalah, ya kok sampai sekarang tidak kumat-kurnat lagi. ini kan berarti tekniknya efektif,” tambahnya.</p>
<p>Gunani juga punya pengalaman menarik. Suatu ketika, salah satu seorang mahasiswanya ada yang memiliki masalah. Karena keinginan membantu, maka dia pun berniat membantu agar kondisi sang mahasiswa kembali normal.</p>
<p>“Lha, tahu-tahu dia datang ke kantor saya. Katanya sudah sehat. Padahal baru set up dalam hati,” kisahnya takjub.</p>
<p>Sumber: Majalah Al Madinah (www.yas.co.id)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/ampuh-meski-hanya-dalam-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku SEFT Tersedia</title>
		<link>http://terapiseft.com/buku-seft-tersedia.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/buku-seft-tersedia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 03:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pembaca yang belum kebagian buku SEFT, Alhamdulillah saat ini buku SEFT sudah ada. Segera pesan karena persediaan terbatas. SMS ke 085645400383. Buku SEFT karya founder SEFT A. Faiz Zainuddin berisi: Sejarah singkat SEFT Sains di balik SEFT Cara melakukan &#8230; <a href="http://terapiseft.com/buku-seft-tersedia.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi pembaca yang belum kebagian buku SEFT, Alhamdulillah saat ini buku SEFT sudah ada. Segera pesan karena persediaan terbatas. SMS ke 085645400383.<span id="more-401"></span></p>
<p>Buku SEFT karya founder SEFT A. Faiz Zainuddin berisi:<img title="Buku SEFT" src="http://terapiseft.com/wp-content/uploads/2011/05/buku-266x300.jpg" alt="Buku SEFT" width="266" height="300" /></p>
<ol>
<li>Sejarah singkat SEFT</li>
<li>Sains di balik SEFT</li>
<li>Cara melakukan SEFT</li>
<li>Kunci keberhasilan SEFT</li>
<li>Jika tidak berhasil, apa yang dapat anda lakukan</li>
<li>Penghambat keberhasilan SEFT dan cara mengatasinya</li>
<li>SEFT untuk penyembuhan</li>
<li>SEFT untuk masalah fisik dan emosi</li>
<li>SEFT untuk anak</li>
<li>SEFT jarak jauh</li>
<li>SEFT for succes and happiness</li>
<li>Tanya jawab tentang SEFT</li>
<li>Penelitian tentang SEFT</li>
</ol>
<p>Bonus: DVD SEFT in Action<br />
Harga : <strong>Rp. 225.000,-</strong>  <em>(termasuk ongkos kirim pulau jawa)</em><br />
Tebal 290 halaman, kertas art paper, full color.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/buku-seft-tersedia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Status Facebook</title>
		<link>http://terapiseft.com/status-facebook.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/status-facebook.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 07:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah email dari Ust. Mohammad Fauzil Adhim bisa sebagai bahan renungan bagi kita para orang tua. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Status Facebook Anak Kita Sekali waktu, tengoklah status facebook anakmu. Jelajahilah alam pikirannya. Pahamilah apa yang sedang terjadi padanya. Dan bersiap-siaplah untuk &#8230; <a href="http://terapiseft.com/status-facebook.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah email dari Ust. Mohammad Fauzil Adhim bisa sebagai bahan renungan bagi kita para orang tua.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Status Facebook Anak Kita</strong></p>
<p>Sekali waktu, tengoklah status facebook anakmu. Jelajahilah alam pikirannya. Pahamilah apa yang sedang terjadi padanya. Dan bersiap-siaplah untuk terkejut disebabkan apa yang berharga bagi hidupnya, membanggakan dirinya, menyenangkan hatinya dan menjadi keinginannya justru perkara yang kita membencinya. Mereka sangat berhasrat justru terhadap apa-apa yang kita ajarkan kepada mereka untuk menjauhi. Astaghfirullahal ‘adzim.<span id="more-396"></span><br />
Sekali saat, periksalah status facebook anak-anakmu. Ketahuilah apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya. Rasakan apa yang menjadi keinginan kuatnya. Rasakan pula yang membuatnya terkagum-kagum. Dan bersiap-siaplah untuk terperangah jika anak-anak itu lebih fasih mengucapkan kalimat-kalimat yang tak berharga, ucapan yang tak bernilai, pembicaraan yang mendekatkan kepada maksiat, dan bahkan ada yang mendekati kekufuran. Mereka berbicara kepada kita dengan bahasa yang kita inginkan, tetapi mereka membuka dirinya kepada manusia di seluruh dunia dengan perkataan-perkataan ingkar. Mereka menyiarkan keburukan dirinya sendiri, tetapi mereka tidak menyadarinya. Astaghfirullahal ‘adzim.</p>
<p>Kalau suatu saat ada kesempatan, cermatilah apa yang ditulis oleh anakmu, gambar apa yang ditampilkan dan siapa yang dielu-elukan di facebooknya. Sadari apa yang telah terjadi dan sedang terjadi pada diri mereka. Ketahui perubahan apa yang menerpa jiwa mereka. Dan bersiaplah untuk terkejut bahwa apa yang tampak di depan mata tak selalu sama dengan apa yang terjadi di belakang kita. Mereka bisa bertutur tentang keshalihan karena berharap terhindar dari kedukaan atau bahkan kemurkaan kita. Tetapi di facebook, mereka merasa merdeka mengungkapkan apa pun yang menjadi kegelisahan, keinginannya dan kebanggaannya yang benar-benar terlahir dari dalam diri mereka.</p>
<p>Beberapa waktu saya memeriksa akun facebook anak-anak SDIT, alumni SDIT dan mereka yang masih belajar di SMPIT maupun SMAIT. Hasilnya? Sangat mengejutkan. Harapan saya tentang isi pembicaraan anak-anak yang telah memperoleh tempaan bertahun-tahun di sekolah Islam terpadu itu atau yang sejenis dengannya adalah sosok anak-anak yang hidup jiwanya, cerdas akalnya, tajam pikirannya dan jernih hatinya. Tetapi ternyata saya harus terkejut. Sekolah-sekolah Islam itu ternyata hanya mampu menyentuh fisiknya, tetapi bukan jiwanya. Betapa sedih ketika melihat anak-anak yang dulu jilbabnya besar berkibar-kibar, hanya beberapa bulan sesudah lulus dari SDIT atau SMPIT, sudah berganti dengan busana yang menampakkan auratnya dan ia perlihatkan kepada orang lain melalui foto-foto yang mereka pajang di facebook.</p>
<p>Tentu saja saya tidak dapat mengatakan bahwa pendidikan Islam terpadu, integral atau apa pun istilahnya telah gagal total. Tetapi apa yang dapat dengan mudah kita telusuri dari tulisan mereka di facebook maupun media sosial lainnya memberi gambaran betapa kita perlu berbenah dengan segera.</p>
<p>Selagi aqidah, akhlak dan secara umum agama ini hanya kita sampaikan secara kognitif, maka tak banyak perubahan yang dapat kita harapkan. Jika yang kita berikan adalah pelajaran tentang agama, dan bukan pendidikan beragama yang dikuati oleh budaya karakter yang kuat di sekolah, maka anak-anak itu mampu berbicara agama dengan fasih tapi tidak menjiwai. Tak ada kebanggaan pada diri mereka terhadap apa-apa yang datang dari agama; apa-apa yang menjadi tuntunan Allah Ta’ala dan rasul-Nya.<br />
Astaghfirullahal ‘adzim. Na’udzubillahi min dzaalik.</p>
<p>Lalu apa yang merisaukan dari anak-anak itu? Sekurangnya ada tiga hal. Pertama, cara mereka berbahasa. Ini menggambarkan alam berpikir sekaligus kesehatan mental mereka. Kedua, sosok yang mereka banggakan dan mereka elu-elukan kehadirannya maupun tingkah-lakunya. Sosok yang menjadi panutan (role model). Ketiga, nilai-nilai dan keyakinan yang mereka banggakan sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku mereka, meskipun tak tampak di mata orangtua dan guru.</p>
<p>Betapa Mengenaskan Bahasa Mereka<br />
Salah satu kelebihan Bani Sa’diyah adalah kefasihannya berbahasa. Kepada Halimah dari Bani Sa’diyah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam disusukan, sehingga masa kecilnya memperoleh pengalaman berbahasa yang baik. Tampaknya sepele, tetapi bagaimana kita berbahasa sangat mempengaruhi pertumbuhan mental dan perkembangan cara berpikir. Adalah Alfred Korzybski, ahli semantik asal Rusia yang menunjukkan bahwa cara berbahasa yang salah berhubungan erat dengan mental yang sakit pada masyarakat. Terlebih jika kesalahan serius dalam berbahasa itu secara intens dilakukan oleh seseorang, utamanya lagi yang masih dalam tahap perkembangan sangat menentukan, yakni anak atau remaja. Dan kondisi mengenaskan inilah yang sedang terjadi pada anak-anak kita; dalam pergaulan dan terutama terlihat dari SMS maupun status facebook mereka.</p>
<p>Mari kita ingat kembali ketika Lev Vygotsky, seorang psikolog yang juga asal Rusia. Ia menunjukkan bahwa apa pun kecerdasan yang ingin kita bangun, kuncinya adalah bahasa. Ia juga menunjukkan betapa erat kaitan antara bahasa dan pemikiran. Penggunaan bahasa mempengaruhi cara berpikir. Siapa diri kita tercermin dari bagaimana kita berbahasa. Sebaliknya, cara kita berbahasa akan berpengaruh besar terhadap diri kita.</p>
<p>Nah, lalu apa yang bisa kita katakan terhadap anak-anak yang berbahasa alay dan berbicara dengan perkataan yang tak berguna penuh sampah? Sungguh, tengoklah status facebook dan SMS mereka. Dan bersiaplah terkejut dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Khawatirilah apa yang akan terjadi pada diri mereka di masa-masa mendatang. Astaghfirullah. Laa ilaaha illa Anta subhanaKa ini kuntu minazh-zhaalimin.</p>
<p>Bukan Rasulullah Saw. yang Mereka Kagumi<br />
Cara berbahasa mempengaruhi apa yang berharga dan apa yang tidak. Sulit bagi seseorang untuk mengagumi dan menjadikan seseorang yang cara berbahasanya sangat berbeda –apalagi bertolak-belakang—sedang sosok yang ingin mereka tiru, mereka banggakan dan mereka pelajari kehidupannya. Maka jangan heran jika mereka lebih terharu-biru oleh Justin Bieber daripada para shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Jangan terkejut pula jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam justru sosok yang sangat asing bagi mereka. Ironisnya, anak-anak yang seperti itu justru banyak lahir dari lembaga-lembaga Islam; sejak jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.</p>
<p>Apa pengaruhnya? Jika Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi sosok panutan (role model) yang mereka banggakan, maka mereka akan berusaha untuk mempelajari jejak-jejaknya, mengingati kata-katanya dan mencoba melaksanakan apa yang mereka mampu dalam hidupnya. Mereka juga bangga terhadap orang yang meniru sosok panutannya. Itu juga berarti, jika sosok panutan mereka adalah Justin Bieber atau Lady Gaga, maka atribut, kata-kata dan segala hal yang berkait dengan mereka akan mereka buru dengan penuh kebanggaan. Mereka juga berusaha mengidentifikasikan diri dengan sosok panutannya.</p>
<p>Na’udzubillahi min dzaalik. Laa haula wa laa quwwata illa biLlah.</p>
<p>Pacaran Online Pun Terjadi<br />
Maka, jangan terkejut jika anak-anak alumni SDIT yang masih belajar di SMPIT atau sekolah Islam sejenis justru amat liar pikirannya. Jangan terkejut juga jika menemukan anak seorang ustadz asyik pacaran online, mengungkapkan perasaan yang tidak sepatutnya ia ungkapkan kepada lawan jenis, apalagi membiarkannya diketahui oleh orang banyak. Sungguh, kemaksiatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi lebih ringan nilainya dibanding kemaksiatan yang ia umumkan sendiri.<br />
Ingin sekali berbincang lebih panjang. Tetapi tak tega rasanya berbicara blak-blakan tentang masalah ini.<br />
Semoga catatan sederhana ini dapat menjadi pengingat untuk kita semua. Semoga Allah mudahkan kita menempuh kebaikan. Semoga pula Allah Ta’ala menjaga iman kita dan anak-anak kita.</p>
<p>Sebelum kita akhiri perbincangan ini, mari sejenak kita ingat firman Allah ‘Azza wa Jalla:</p>
<p>“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa’, 4: 9).</p>
<p>Wallahu a’lam bishawab</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/status-facebook.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video Luck Factor</title>
		<link>http://terapiseft.com/video-luck-factor.html</link>
		<comments>http://terapiseft.com/video-luck-factor.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 08:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video SEFT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://terapiseft.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[SEFT bisa untuk menarik keberuntungan Simak testimoni berikut:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEFT bisa untuk menarik keberuntungan Simak testimoni berikut:</p>
<p><iframe width="640" height="480" src="http://www.youtube.com/embed/j-VWWgUhbco?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://terapiseft.com/video-luck-factor.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

