Insomnia atau susah tidur pasti bukanlah hal yang mengenakkan. Apalagi jika datangnya rutin tiap malam. Bayangkan saja, berangkat tidur jam 10 malam, baru bisa terlelap jam 3 dini hari. Menyiksa khan?
Sebenarnya saya tidak tahu ‘siksaan’ yang diderita beberapa teman itu, Tapi suatu malam kami sedang ngumpul di serambi rumah kost. Saya bercerita teknik SEFT dan menyodorkan bukunya. Dari situ, keluhan itu baru terlontar. Beberapa teman langsung bertanya, “Bisa gak buat Insomnia. Aku tersiksa sekali neh.”
Saya manggut-manggut, “Dicoba aja ya…kali bisa.” Lalu satu per satu, mereka saya tapping. Anda tahu apa yang terjadi? Dalam hitungan menit, dua teman itu langsung terlelap. Pagi harinya mereka tangun dengan tubuh segar.
Tapi ternyata, ketika keluhan susah tidurnya hilang, muncul keluhan baru. Mereka jadi gampang tertidur. “Wah, aku kok malah gampang tidur. Aku jadi gak bisa ngapa- ngapain. Dekat bantal tertidur, bau kasur tertidur. Gimana dong.” Saya juga bingung. bagaimana bisa jadi begitu ya? Setelah Saya pikir-pikir, apa ada yang salah di kalimat set up nya ya? Heemmmm…
Keesokan harinya, saya coba tapping dua kawan ini dengan set up yang berbeda dari tapping pertama. Alhamdulillah, hasilnya mereka bisa tidur dengan normal. Saya baru sadar, temyata kalimat set up nya yang bikin gak manjur.
Anonim
Kalimat Set Up yang tidak manjur:
Ya Allah, meskipun saya tersiksa karena saya susah tidur, padahal saya harus tidur agar besok bisa bekerja, saya ikhlas menerima rasa tersiksa ini dan saya pasrahkan KEMUDAHAN tidur saya sepenuhnya padaMu.
Kalimat Set Up yang manjur:
Ya Allah, meskipun saya tersiksa karena saya susah tidur, padahal saya harus tidur agar besok bisa bekerja, saya ikhlas menerima rasa tersiksa ini dan sayu pasrahkan KENORMALAN tidur saya sepenuhnya padaMu.
Sumber: Negri Para Sefter
—————————————-
Update Training SEFT
- Jumlah Peserta: 150 orang
- Tempat Training: Gramedia Expo Jl. Basuki Rahmat no. 93-105
No related posts.