Tiga Kunci keberhasilan SEFT
Posted on May 20, 2008 under SEFT untuk Penyembuhan | 4 CommentsAda 3 hal yang harus kita perhatikan agar SEFT yang kita lakukan efektif. Tiga hal ini harus kita lakukan selama proses terapi, mulai dari Set-U, Tune-In, hingga Tapping. Dari pengalaman saya dengan ratusan klien, penyebab utama kegagalan terapi adalah mengabaikan salah satu atau ketiga hal ini. Ketiga hal itu adalah; Khusyu’, Ikhlas, dan Pasrah.
1. Khusyu’
Selama melakukan terapi khususnya saat Set-Up, kita harus konsentrasi, atau khusyu’. Pusat pikiran kita pada saat melakukan penuh kerendah-hatian. Salah satu penyebab tidak terkabulnya doa adalah karena kita tidak khusyu’, hati dan pikiran kita tidak ikut hadir saat berdoa, alias berdoa hanya di mulut saja. Tidak sepenuh hati. Jadi, hilang pikiran lain, konsentrasi pada kata-kata yang kita ucapkan saat melakukan Set-Up
2. Ikhlas
Ikhlas artinya ridho atau menerima rasa sakit kita (baik fisik maupun emosi) dengan sepenuh hati. Ikhlas artinya tidak mengeluh, tidak complain atas musibah yang sedang kita terima. Yang membuat kita makin sakit adalah karena kita tidak mau menerima dengan ikhlas rasa sakit atau masalah yang sedang kita hadapi itu. Ikhlas ini pula yang membuat sakit apapun yang kita alami menjadi sarana menyucikan diri dari dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan.
“wong sakit kok disuruh ikhlas, saya ini pengen sembuh”, begitu respons salah satu peserta taraining saya. Maka seperti yang saya prediksi, dia sulit sekali sembuh walaupun mayoritas peserta lain dalam sekejap hilang rasa sakitnya setelah melakukan SEFT. Inilah paradoks penyakiti (Pain Paradox), semakin kita berontak, semakin senang ia menghinggapi kita. Semakin kita ikhlas menerimanya, semakin cepat ia pergi. Jadi, Ikhlas hati anda, maka rasa sakit anda akan pergi, kalaupun ia tak kunjung pergi juga, at least sakit itu dapat menjadi berkah penebusan dosa, Penambah pahala.
3. Pasrah
Pasrah berbeda dengan ikhlas. Ikhlas adalah menerima dengan lowongan apapun yang kita alami saat ini, sedangkan pasrah adalah menyerahkan apa yang terjadi nanti pada Allah swt. Kita pasrah pada-Nya apa yang terjadi nanti. Apakah nanti rasa sakit yang kita alami makin parah, makin membaik, ataupun sembuh total, kita pasrahkan pada Allah.
Pasrah bukan berarti fatalisem, pasrah yang sejati disertai usaha optimal untuk mencari solusi. Pasrah (atau Tawakkal) berarti bahwa kita



saya tertarik dengan SEFT. Apakah di Surabaya ada tempat Therapy SEFT, karena saya memiliki problem dengan anak saya, yang sangat takut dalam menghadapi lingkungan baru.. sehingga pada saat awal masuk sekolah dia ketakutan. Mohon Infonya
JAWAB
Kita sudah ketemu dan mendiskusikan masalah putri ibu Ati. Semoga dengan tindakan preventif dan kuratif SEFT pada putri ibu Ati bisa menetralisir masalah yang dihadapinya.
Apakah ada tempat pengobatan dengan metoda SEFT di Depok? Adik saya sakit (phobia melihat benda yang tajam-tajam) dan susah sekali untuk dibawa ke dokter. Apakah mungkin diobati dengan menggunakan metoda ini? Terima kasih atas infonya.
Assalaualaikum
Mohon bantuannya ayah saya penderita cancer stadium 4 yang harus segera dioprasi,tapi beliau sangat takut berobat hingga kami bingung menolongnya.Sekiranya ada yang berkenan mentapping ayah saya baik secara langsung maupun jarak jauh kami sekeluarga sangat berterima kasih sekali.Karna tuk mengikuti traning kami terbebani dgn biaya.
Assalamu Alaikum
Saya mempunyai 2 masalah:
1. saya perokok, 1 hari saya menghabiskan 1 bungkus, saya merokok sejak sma terhitung 19th lebih. Saya ingin berhenti dari kebiasaan buruk ini tapu susah sekali, mohon saya diberi info alamat therapy SELF di surabaya, karena saya berdomisili di Surabaya.
2. Istri saya berusia 26th, sebelum menikah mengalami trauma yang sangat, karena hidup di lingkungan yang penuh kebencian, iri,dan kebetulan istri saya hidup kekurangan dan hanya mengharapkan bantuan dari sumbangan saudara2 karena sejak kecil ayahnya sudah meninggal dan ibunya kerja dengan hasil yang tidak menentu(numpang dirumah nenek&saudara).Sehingga seringkali mendapatkan hinaan, cacian dll.setelah menikah dengan saya dia sering sekali marah karena hal2 sepele (mudah tersinggung, curiga/paranoid), bahkan kalau sedang marah sering tidak kontrol seperti orang kemasukan jin ..teriak, memukul keluar kata2 yang tdk semestinya, tanpa menghiraukan bahwa itu tdk baik untuk perkembangan mental anak kami yang baru 2 th sampai2 saya akan ikutkan dia metode ruqyah untuk mengusir jin.Apakah metode Self ini dapat menyembuhkan penyakit seperti ini? terimakasih