Terbang ke Amrik Setelah Deep SEFT

Ternyata, tak sedikit para SEFTer yang berhasil menggunakan teknik Deep SEFT Teknik khas SEFT untuk mencapai sebuah target atau cita-cita.

Dalam rubrik mitra ini, sudah beberapa kali para SEFTer yang men-share pengalamannya kepada Al Madinah tentang efek dan melakukan Deep SEFT.

Misalnya, Deep SEFT Umroh oleh Drs Sonny Ervan, yang mengaku terilhami oleh Deep SEFT Syarif Thayyib, direktur LoGos Institute, yang men-Deep SEFT Umroh.  Juga SEFTer Zulkifli Mahmud, yang juga menerapkan Deep SEFT pergi umroh, atau Endra Wanto, yang berhasil menggunakan deep SEFT untuk mendapatkan rumah yang diinginkannya, juga untuk menemukan jalan keluar solusi bisnis yang dirintis, dan masih banyak share kesuksesan para SEFTer yang lain dengan Deep SEFT.

Kali ini, pengalaman yang tak kalah mengagumkan dialami seorang SEFTer yang masih sangat muda, yaitu Rizky Ayudria Putri Aini, S. Hub. lnt. Kebetulan, SEFTer angkatan 61 tersebut hadir dalam training angkatan 86 yang bertempat di Plaza Hotel, Surabaya.

Al Madinah tak menyana, meski masih berumur muda, banyak hal menarik yang bisa dishare dan Ayudria kepada pembaca rubrik mi. Di sela-sela kegiatan training, perempuan muda yang baru lulus Si jurusan Hubungan Internasional ini berkisah banyak kepada Al Madinah terkait pengalaman-pengalaman yang ia alami setelah menerapkan materi-materi dalam training SEFT Total Solution. Terutama pengalamannya terkait Deep SEFT.

Bagi Ayudria Deep SEFT sepertinya sudah menjadi teknik favorit. Terbukti, dirinya tak cuma satu dua kali berhasil menggunakan teknik tersebut. Pengalaman paling tak terlupakan dan begitu terkesan baginya, ketika melakukan Deep SEFT agar bisa ke negerinya Barack Obama terpenuhi.

Ya sebenarnya sih, awalnya saya cuma punya impian ke luar ngeri, gitu aja. Keinginan singgah ke Amerika Serikat itu, setelah saya membaca kompetisi nulis essai yang diadakan koran Jawa Pos. Di mana pemenangnya dapat peluang pergi kesana,” jelas Ayudria berkisah.

Kompetisi tersebut berupa menulis essay dalam rubrik For Her. Bagi essai terpilih mendapatkan hadiah ke Amerika Serikat. Mengingat impiannya tentang ke luar  negeri, impian tersebut pun mulai terfokus ke negeri paman Sam. Tak diduga, lolos masuk nominasi 25 besar. Dan seminggu setelah pengumuman 25 besar, dikerucutkan bagi 5 besar yang berhak melancong ke Amerika.

“Saya melakukan Deep SEFT sehari dua kali. Kadang muncul pikiran khawatir, bahwa saya takkan berhasil. Maka, saya coba tapping kekhawatiran saya,” ucapnya menjelaskan caranya melakukan teknik DEEP SEFT.

Ayudria tak sia-sia, menerapkan DEEP SEFT sehari dua kali.Pasalnya, Ia pun lolos, dan masuk di antaralimabesar yang berhak melancong ke Amerika. Tetapi berarti tanpa masalah. Sesampainya di Amerika, cuaca Amerika sangat tak bersahabat. “Cuaca di sana sangat dingin. Akhirnya penyakit asma saya kumat, sesak napas. Waktu itu, saya sempat panik, dan telpon orang tua di Indonesia. Minta disurogate. Soalnya saya kan terikat aktivitas dan jadwalnya panitia,” cetus sarjana lulusan UNAIR jurusan Hubungan Internasional itu. Efeknya baru ia rasakan setengah jam kemudian. “Badan saya lalu terasa enak dan fit. Bahkan, herannya, saya mandi air dingin juga tidak ada masalah berarti dengankesehatan. Luar biasa, alhamdulillah. Saya sangat bersyukur. Apalagi ya itu tadi, saya terikat jadwal panitia,” kenangnya.

Deep SEFT lainnya, adalah ketika sedang sidang tugas akhirnya. Semua mahasiswa akhir memang pasti mengalami dagdig dengan sidang satu ini. Ayudria kemudian Deep SEFT semuanya berjalan dengan lancar, dan lulus dengan nilai yang baik,

“Pas sidang, ternyata semua penguji bersahabat. Mereka lebih banyak memberikan saya masukan. Teman-teman saya heran, kok bukan seperti sidang, tapi seperti diskusi, hahaha..” kata perempuan muda ini sambil tertawa lepas.

Dari sekian pengalaman luar biasa di atas, ternyata bagi dia pengalaman-pengalaman tersebut bukanlah termasuk yang spektakuler. “Pengalaman spektakuler saya, ketika saya terserang penyakit liver. Dua bulan lamanya saya hanya bisa di tempat tidur,” jelas Ayudria.

Lebih lanjut, Ayudria kemudian diterapi sang ibu, yang kebetulan alumni SEFT. Hasilnya, rasa sakitnya banyak berkurang. “Saya sampai tertidur ketika diterapi mama. Alhamdulilah tidak kumat-kumat lagi. Perut saya yang bengkak sembuh. Dan, sakit limpa yang saya derita juga ikut-ikutan sembuh,” katanya dengan napas lega.

Wah, ini benar-bnar training yang membuat semua kotoran yang mengganjal dalam hati saya jadi keluar semua. Menjadikan saya lebih tenang, bayangan, saya bisa maafin orang yang selama ini tidak bisa saya Maafkan karena kesalahannya pada saya.

Sumber: Majalah Al Madinah

—————————————————————–

Info buku SEFT tinggal 8 eksemplar, segera pesan ke 085645400383.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.