Agar SEFT Lebih Powerful

Sebagaimana pengobatan apapun di dunia ini baik itu pengobatan medis, bahkan pengobatan dari seorang profesor kedokteran sekalipun selalu dan pasti akan ada saat dimana upaya penyembuhan tidak berhasil. Karena 100% yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit hanyalah Allah.

Karena itulah seorang SEFTer sebelum melakukan proses terapi harus memiliki keyakinan besar bahwa saat itu dia sedang menjadi perantara sebuah rahmat Allah kepada pasien yaitu kesembuhan. Maka bersikaplah sebagai seorang pemberi rahmat, tawadhu’ dan tunduk. Semaksimal mungkin hilangkan rasa angkuh dlm diri saat hendak melakukan terapi karena memang bukan kita, bukan SEFT, bukan siapapun yang bisa menyembuhkan kecuali Allah.

SEFT adalah bentuk empati kita yg lebih tinggi dari sekedar empati. Seorang SEFTer saat mendatangi pasien dia haruslah memberikan sesuatu yang lebih. Kita mulai dg empati, kita tunjukkan rasa cinta hingga kemudian ikhtiar penyembuhan dengan teknik SEFT.

Tak peduli apapun hasil dari upaya yang sudah kita lakukan, tetaplah kita akhiri dengan syukur. Setidaknya silaturahim telah terjalin dan semoga dengan silaturahim itu justru mendatangkan kesembuhan Allah.

Ada beberapa sebab yang selama ini menjadi penyebab sulitnya pasien meraih kesembuhan. Yang paling sering terjadi adalah adanya faktor emosi yang melatarbelakangi penyakitnya. Repotnya, tak semua pasien mau terbuka tentang apa yang dia rasakan selama ini. Apalagi kalau pasien dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar.

Jika hal ini terjadi, maka kita kembalikan pada Allah. Mohon petunjukNya emosi apa yg melatarbelakangi penyakit si pasien atau langkah apa yang bisa kita lakukan untuk menyembuhkan pasien. Dan tak lupa mohon kepada Allah untuk dituntun melakukan apa yang Allah kehendaki.

Karena itu, penting sekali dlm tiap keluarga ada seorang SEFTer apalagi jika ada yang memiliki penyakit berat. Jika terus bergantung pada terapis, maka akan sangat menyulitkan dan terapis tersebut jadi kurang fokus dlm melayani keluarga kita. Karena untuk penyakit berat, kita butuh terapi lebih dari sekali dlm sehari. Idealnya tiap selesai sholat kita terapi pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.