SEFT untuk Mencegah Trauma Anak

PhobiaPerkembangan moral generasi muda jaman sekarang sangat memprihatinkan. Banyak anak muda sudah tak malu lagi bermesraan di depan umum bahkan membuat video porno dengan mereka sendiri sebagai aktornya. Kita mungkin tak bisa dengan begitu saja menyalahkan mereka karena apa yang mereka lakukan adalah cermin dari pengalaman2 yang mereka alami hingga terjadinya tindakan itu.

Informasi negatif setiap hari bahkan setiap detik menyerang anak-anak kita. Kalaupun kita berhasil memproteksi anak kita, teman-temannya boleh jadi lolos dan akhirnya membawa pengaruh buruk juga pada anak kita. Bahkan, kita boleh mengatakan tak ada seorang anakpun terutama di kota besar yang terhindar dari informasi negatif.

Lalu harus bagaimana orang tua bersikap?

Disinilah peran penting orang tua, membentuk kedekatan emosional yang erat dengan anak-anaknya. Memang kita butuh uang, butuh menunjukkan potensi diri di masyarakat, tapi ada harta yang tak ternilai di rumah kita yang bila kita tak mampu menjaganya, orang lain akan merenggutnya dari kita. Itulah anak-anak kita.

Sesibuk apapun, kita harus disiplin dalam menentukan jadwal kebersamaan dengan anak-anak. Tak cukup anak-anak diberi sepekan sekali dengan menuruti semua keinginannya. Setiap hari anak-anak harus merasakan belaian kasih sayang kita sebagai orang tua.

Peran SEFT dalam Mencegah Trauma

Kita tahu, meski kita berusaha maksimal memberikan kasih sayang, anak-anak akan tetap cenderung lebih suka bergaul dan meniru teman-temannya. Tak semua anak berani bersikap beda dengan teman-temannya.

Disinilah sebenarnya peran penting SEFT. Sebelum tidur anak-anak perlu kita ajak untuk berbicara tentang pengalamannya sehari-hari. Sambil berbicara, kita bisa melakukan tapping sehingga trauma yang dialaminya hari itu bisa hilang. Kita tak tahu apakah dia di sekolah dibully teman-temannya, diejek dan ditertawakan atau bahkan kena sindiran gurunya.

Saat mendengarkan dia bercerita, kita tak perlu membantah atau memberi nasehat kecuali dia memintanya. Cukup menjadi pendengar yang baik sambil melakukan tapping. Jika di awal-awal agak sulit, bisa jg dengan imagery tapping.

InsyaaLlah jika semakin banyak SEFTer di Indonesia, maka mudah-mudahan makin berkurang efek negatif pergaulan anak-anak dan kita akan memiliki generani penerus yang kuat baik secara fisik maupun moral.. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.