Siuman Setelah di-SEFT

1daysefthealingBismillah, suatu hari saya mendapat BBM dari teman bahwa ibu mertuanya sudah 2 hari koma pasca operasi jantung di jakarta. Keluarga besarnya sedang menunggu ibu mereka yang belum siuman sehabis operasi tersebut.

“Mbaak.. mohon doanya yaa untuk ibu..sampai sekarang beliau belum sadar..,” begitulah BBM dari teman saya. Ibu tersebut sudah beberapa kali pernah saya tangani untuk terapi, baik dari emosinya juga sakitnya. Beliau juga sudah ketergantungan obat dokter untuk masalah jantungnya. Allhamdulillah ketika itu dia sudah jauuh lebih sehat.

Sudah 2 bulan saya tidak pernah lagi mendengar tentang kabar ibu tersebut. Setelah sekian lama baru saya tahu ibu tersebut sudah dioperasi di Jakarta. Beliau tinggal di Pontianak.

Terus terang saya sendiri aja bingung bagaimana tehnik SEFT untuk orang koma yaa, tp bismillah aja saya coba dengan SURROGATE SEFT. Selama ini saya hanya mempergunakan SEFT pada orang yang masih sadar, sementara kasus ini posisi ibu sudah 2 hari koma.

Yaa ALLAH ampunkanlah segala dosa dan kehilafanku, yaa Robb hamba mohon pertolongan-Mu untuk dapat membantu seorang ibu yang sekarang ini koma sehabis operasi jantung. Tidak ada niat apapun di hatiku kecuali hanya ingin menolong beliau. Benar-benar posisi hati yang juga bingung untuk set-up nya….hampir 5 menit dengan tafakurku dalam diam, tiba-tiba tangan kanan saya langsung tanpa komando bergerak sendiri dan mulai set-up pada diri saya sendiri karena saya harus mewakili¬† ibu tersebut.

Sambil membayangkan wajah ibu tersebut di pembaringan dalam keadaan koma…tanpa saya kelola bagaimana cara set-up, semunya terasa mengalir saja hingga…set-up nya berbunyi: Yaa ALLAH meskipun diriku ini belum sadar dalam tidurku karena menjalani operasi, saya ikhlas dengan keadaanku sekarang, saya ikhlas jika memang sudah waktunya janjiku ini pada-Mu, saya pasrahkan hidup dan matiku ini pada-Mu. Namun jika memang diriku Kau berikan waktu untuk hidup kembali, maka berikanlah kesempatan padaku unttk memperbaiki kesalahan-kesalahanku sehingga aku dapat menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku, sy ikhlas, sy pasrah yaa ALLAH.

Tiba-tiba diantara set-up tersebut saya menangis padahal saya sedang tidak ingin menangis. Subhanallah benar-benar jiwa dan hati saya mewakili ibu tersebut tanpa saya sadari.

Selesai ….Alhamdulillah tidak saya rasakan apapun terhadap diri saya, namun keesokan harinya saya di BBM lagi oleh teman saya. “Mbak.. Alhamdulillah ibu sudah siuman, trimakasih yaa mbak udah dibantu doa, ” begitu yang terucap. Namun 2 hari kemudian temanku itu BBM kembali. “Mbaak sebenarnya mbak ..ngapaian ibu saya?” tanyanya. Ternyata dia bingung campur masgul, karena ibunya tersebut ketika sudah siuman dan mulai sadar sepenuhnya beliau itu bukan bertanya tentang keadaan anak, menantu atau cucunya yang sudah menunggu berhari hari di RS, tapi yang ditanya beliau adalah keadaan dan kabar saya…Subhanallah…

Kira-kira apa yg membuat dia bertanya seperti ini? Ternyata ibu itu bercerita bahwa dalam tidurnya (koma), dia melihat saya sambil tersenyum memegang tangan beliau, menuntun dia ke suatu tempat yang dia sendiri tidak tahu tempat itu, tapi tiba-tiba  saja dia siuman dari tidurnya.

Saya tidak tahu semua ini kebetulan atau tidak. Yang saya tahu dan yakin bahwa semua ini skenario ALLAH yang maha tahu. ALLAH punya rencana dan ALLAH jualah yang menentukan semuanya.

Terima kasih pak Faiz hingga saya bisa menolong sesama meski dengan keterbatasan kemampuan yang saya punya. Namun saya ingat pesan pak Faiz: lakukan saja tanpa harus punya perasaan PD tapi buatlah dirimu tiada berdaya karena di saat itulah ALLAH ada hadir di dalam jiwa dan hatimu. Buat PA (Percaya Allah)mu menjadi tinggi, apapun itu tidak ada yang tidak mungkin bagi ALLAH. Ingat Kun fayakun. -Voni Pane

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.