Trainer EFT sembuhkan migran dengan SEFT

Andi Salviah, asal Makasar
Angkatan 113, di Surabaya.

Sebelum saya berkenalan dengan SEFT, saya sebenaranya sudah kenal lebih dulu dengan teknik EFT. Saya adalah penggiat dan juga trainer dari EFT. Tapi kemudian ada teman saya yang memberitahukan bahwa ada yang lebih mantab dan lebih powel full, yaitu SEFT.
Beberapa waktu kemudian, setelah saya mendapatkan informasi soal SEFT, saya mengikuti pelatihan atau workshop para pemerhati NLP. Semua alumni penggiat NLP dipertemukan dalam satu forum. Salah satu acara waktu itu adalah kita diberi pelatihan. Kami dibagi dalam beberapa kelompok dengan pembimbing yang berbeda-beda. Kebetulan, yang memberikan materi di kelas saya adalah mas Faiz. Nah, dari sinilah saya mulai mengenal mas Fais beserta SEFT untuk pertama kalinya.
Ketertarikan dan rasa penasaran saya pun semakin tumbuh. Saya memutuskan membeli buku SEFT dan mempelajari isinya dengan tekun. Hingga suatu saat, bapak saya sakit. Beliau terkena penyakit prostat. Bapak minta diterapi dengan menggunakan SEFT, tapi saya bilang terlebih dahulu bahwa saya baru belajar SEFT. Saya juga tegaskan bahwa saya belajarnyapun dari buku-buku yang saya beli.
Tanpa berpikir panjang, saya mencoba yakin dan melakukan permintaan bapak untuk menerapi dengan SEFT, tapi kayaknya belum memiliki efek karena tidak terlihat adanya perubahan yang berarti. Berangkat dari pengalaman menerapi bapak, saya merasa harus ikut training SEFT di Surabaya. Dengan berbekal semangat yang kuat, saya pamit kepada orang tua untuk mengikuti training SEFT di Surabaya untuk beberapa hari. Alhamdulillah, beliau memberi izin. Ketika ada program pelatihan, saya pun berangkat ke Surabaya.
Setelah ikut SEFT, saya diajari tapping dengan totok-totok di beberapa titik. Beruntung saya sudah pernah membaca bukunya, sehingga saya menghafal semua titik-titik tersebut. Praktis selama mengikuti pelatihan SEFT resmi, saya tidak butuh waktu terlalu lama untuk menguasai pemahaman mengenai titik-titik yang dilatihkan para trainer SEFT.
Dalam sesi pelatihan, para peserta disuruh praktek langsung untuk menyembuhkan diri sendiri. Saya pun mencoba menyembuhkan penyakit lama saya, yaitu penyakit migren. Migren ini sudah saya alami selama beberapa tahun. Bahkan dalam beberapa minggu ini sakitnya tambah parah. Biasanya, faktor kecemasan dan kekhawatiran pada setiap persoalan membuat sakit migren saya kian parah. Akhir-akhir ini saya merasakan sakit migran semakin menyiksa ketimbang yang sebelum-sebelumnya.
Tanpa berpikir panjang, saya mencoba menerapi sakit migran saya itu, dengan set up ingin menghilangkan penyakit migran, tapi ternyata hasilnya nihil, tidak ngefek sama sekali. Kemudian saya ganti set upnya, yaitu ingin menghilangkan kecemasan dan kekhawatiran yang selalu menimpa pikiran saya.
Tapping itu saya lakukan perlahan dengan tenang dan khusu’ sampai selesai, dan alhamdulillah setelah selesai di tapping, kepala saya merasa lebih enak, tak coba geleng-geleng juga merasa enak, hingga sekarang alhamdulillah saya sudah sembuh, sudah tidak sakit lagi.
Syukur alhamdulillah yang selalu saya panjatkan, karena saya sudah bisa dipertemukan dengan SEFT. Ilmu yang saya dapatkan selama di training SEFT akan saya praktekkan kepada bapak yang sakit prostat, saya akan menggali dan menerapi sampah-sampah emosinya dulu, karena saya yakin bapak sakit seperti itu salah satu alasannya diakibatkan oleh psikis. Psikis itu yang akan menjadi tujuan awal terapi saya, baru setelah itu saya akan menerapi sakitnya. Semoga dengan cara itu bapak saya bisa sembuh. Amin. (harun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.