Bersama mencapai Visi SEFT

Prof. Ir. Dr. Hardi Prasetyo
Angkatan 113, di Surabaya

Bersama mencapai Visi SEFT
SEFT yang sudah berdiri beberapa tahun ini, ternyata memiliki visi yang sangat luar biasa, yaitu indonesia bebas dari kemiskinan dan sehat. Tentunya, visi ini harus didukung oleh semua pihak, sehingga tujuan besar ini dapat terwujudkan.
Hardi Prasetyo mengaku mengenal SEFT dari radio Suara Surabaya (SS). Dia juga mengakui kehebatan iklan yang disiarkan oleh marketing SS, sehingga dapat membuat pemirsa tertarik untuk mengikutinya, termasuk Profesor yang satu ini.
Alasan yang membuatnya tertarik untuk ikut training SEFT adalah keyakinannya terhadap SEFT bahwa ilmu ini ilmiah. Hal itu dilandaskan kepada banyaknya Profesor yang memberikan testimoni tentang SEFT dari berbagai disiplin keilmuan. Misalnya Profesor yang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, beliau memberikan testimoni tentang hubungannya SEFT dengan agama. Kemudian Profesor dari FK Unair, beliau memberikan testimoni tentang hubungannya SEFT dengan kedokteran. Sehingga pemikiran dari mereka membuat SEFT ini lebih logis dan rasional.
“Banyak Profesor yang memberikan testimoni di radio SS tentang SEFT, sehingga saya yakin bahwa ilmu ini pasti ilmiah. Sedangkan saya sendiri juga Profesor, masak saya ketinggalan ilmu dari mereka! Hal itulah yang sangat mendorong saya untuk mengikuti training ini,” ungkapnya.
Hardi Prasetyo juga menjelaskan bahwa SEFT ini sangat bagus, sehingga dia menganjurkan untuk di-link dengan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). Hal ini diharapkan untuk menunjang visi SEFT yang mencanangkan Indonesia bebas dari kemiskinan dan sehat. Dan, untuk mencapai visi ini tentunya butuh dukungan dari semua pihak, terutama dukungan dari alumni SEFT sangat diperlukan.
“Visi dari SEFT ini sangat bagus sekali, yaitu Indonesia bebas dari kemiskinan dan sehat, visi yang mulia ini harus didukung oleh semua pihak. Saya sarankan SEFT ini di-link kepada Menko Kesra, karena tujuannnya sama,” terangnya.
Ditanya tentang aplikasinya, dia mengungkapkan bahwa SEFT ini merupakan skill yang harus dilatih dan diaplikasikan terus-menerus. Sebab, jika tidak diaplikasikan terus menerus, maka skill tersebut akan hilang dengan perlahan. Maka dari itu, sepulang dari training ini harus selalu dipelajari dan dipraktekkan. “SEFT ini termasuk skill yang harus dilatih dan diaplikasin terus-menerus, sehingga tidak hilang,” tuturnya.
Profesor yang satu ini juga menambahkan bahwa SEFT ini dapat dijadikan pandangan hidup kita ke depan (way of life) sehingga diharapkan dapat menyejahterakan diri, keluarga, dan lingkungannnya, sehingga visi dari SEFT itu akan bisa tercapai. “SEFT sangat cocok jika dijadikan pandangan hidup (way of life),” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.