SEFT, Bangkitkan cita-cita anak

SUFYAN | Angkatan 136 Banyuwangi

Anak saya bernama Muhammad Syafiq yang duduk dibangku kelas 5 sekolah dasar di daerah banyuwangi.
“Awalnya sewaktu kelas 4 SD, ia mengalami sesuatu yang tidak saya sangka, begitu kenaikan kelas 5 ia tidak mau sekolah. Di kenaikan kelas limanya si anak tidak mau melanjutkan sekolahnya.
dia ambil keputusan“yah aku berhenti sekolah, aku ingin ngaji saja” ujar si anak.
akhirnya saya arahkan dia kepesantren akhirnya dia mau. Syafiq mulai masuk pesantren pada usia 9 tahun. Begitu saya masukan ke pesantren tepatnya di jember.
Baru selang 2 bulan dia sudah tidak betah jadi pindah pondok pesantren dan pindah sekolah lagi.

Pada kepindahannya yang ke dua kali ini, sebelum saya mengikuti training SEFT saya mengalami suatu berita yang sangat mengejutkan dari putra saya, dia mengeluh , ia merasa bosan, boring dan kepingin berhenti saat itu juga.

Itu membuat saya shok, tiba – tiba anak saya mempunya pemikiran seperti itu.
Saya pun menanyakan kepada si anak. Apa ada masalah sama teman – teman, atau yang lain namun ia tetap tidak menjawab. dan ia menjawab sekedar ingin kumpul bersama adiknya yang masih balta.
Yang membuat saya shok salah satunya ialah ia minta berhenti sekolah, padahal saat itu masa – masa mau ujian kurang satu bulan kelas 6 jadi sekolah manapun tidak ada yang bisa menerimanya”
Alhamdulillah sepulang dari pelatihan SEFT hari pertama, langsung saya praktekan, saya datangi asrama pesantrennya dan mengajak anak saya ke tempat tidur.

Saya praktekan metode SEFT dengan tapping, Saat set up saya terapkan yaitu harapan yang telah tersepakati dulu. Karena saya yakin dia tidak sakit cuma dia lupa dengan harapanya. Lalu saya kembali mengingatkan menyangkut cita – cita mu ? syafiq menjawab “ enggak yah”
De coba sekarang bayangkan kamu bisa jadi seorang dokter yang fashih membaca Al –Quran yang bisa hafal Al – Quran beserta isinya hingga menjadi dokter yang ahli Al – Quran kan kamu keinginannya seperti itu? Syafiq “ia yah..” harapan – harapan itu yang saya terapkan ke pada anak saya pada saat malam itu sembari tetap menepingnya.
Memang luar biasa, Alhamdulillah saya terkejut. Saat keesokan harinya saya kembali datangi saat hari minggu training hari dua Saat Syafiq libur sekolahnya,,
Assalamualikum ade..?tanya Sufyan
Belum sempat anaknya menjawab salam ia malah berbalik Tanya. “loh ayah ko kenapa kembali lagi kemari? aku mau main bola sama teman – teman dulu yah kesini laginya lain kali saja yah..
Jadi Alhamdulillah dia sudah melupakan keinginan untuk berhenti,dan bosennya. Dan mudah – mudahan sampai hilang.
Sufyan pun sempat teringat masa lalu semenjak ia belum memiliki anak Sufyan sempat memiliki angan dan harapan agar anaknya bisa memiliki keinginan untuk mau menenyam pendidikan agama islam karena saya menyesal, semasa kelam saya saya sempat jauh dari agama.
Saya sendiri, tidak bisa ngaji, saya bukan anak dari lingkungan pesantren bahkan pernah mengalami masa kelam.
Dan syukur Alhamdulillah anak saya masuk pesantren bukan sama sekali keinginan saya. Atau paksaan saya. Saya hanya terus berdoa dan memohon agar anak saya mau mengenyam pendidikan di dunia pesanteren semenjak, anak saya masih dalam kandungan dan masa – masa gendongan.
Harapan saya hanya kepingin keturunan saya mau mengenyam pendidikan di pondok pesantren dan Alhamdulillah terjawab di putra saya yang pertama yang bernama Muhammad Syafiq pada umur 4 tahun karena dia tidak mau sekolah di sekolah umum namun ia meminta untuk ngaji.

dan ternyata yang membuat saya tertarik sekali itu mengenai kedekatan kepada tuhan yaitu kata – kata Spiritual nya salah satunya mengenai ikhlas pasrahan.
Saya merasa SEFT betul – betul berbeda dan layak untuk di ikuti. Terang pria Asal Kabat kabupaten banyuwangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.